Apa yang membedakan diri anda sekarang dan waktu lima atau sepuluh tahun yang akan datang adalah dengan siapa anda bergaul dan buku-buku apa yang anda baca. Saat ini saya menjelaskan yang pertama dulu yaitu dengan siapa anda bergaul sedangkan untuk buku anda dapat melihat referensi buku Champion yang pernah dibaca atau pun yang mengilhami saya untuk menulis buku ini.
Saya akan memulai pada bagian ini dengan sebuah ilustrasi dari negeri tiongkok kuno.
Mun Tje, The Prime Minister
Dulu ada seorang Perdana Menteri yang sebut saja bernama Mun Tje dan sangat terkenal pada jamannya. Banyak orang tidak tahu latar belakang perdana menteri Mun Tje tersebut.
Dimasa kecilnya, dia hidup dekat daerah pasar. Dan jadilah permainannya dengan teman-teman sebayanya dipengaruhi oleh lingkungan pasar yang letaknya dekat rumah yaitu main pasar-pasaran. Segala macam sayur mayur dijadikan bahan dasarnya.
Pertama-tama yang jadi korban adalah kebun sayur papanya. Karena papanya tipe orang yang sayang anak, maka dia tidak pernah menegur anak laki-laki kesayangannya itu.
Mun Tje dan teman-teman bermain pasar-pasarannya setiap hari. Ketika idak ada lagi sayur di kebun papanya, mulailah dia mengambil sayur-sayuran dari kebun tetangganya.
Mulailah terjadi keluhan tetangga di sebelah kanan dan kiri rumah Mun Tje.
Akhirnya papanya pun angkat tangan, sehingga dia memutuskan untuk memindahkan rumahnya ke daerah pekuburan. Mun Tje kecil pun berubah karena teman-teman sekitarnya juga. Hobi barunya sekarang adalah main kubur-kuburan.
Awalnya dia hanya ikut-ikutan untuk main kubur-kuburan dengan cara mengubur kedebong pisang yang ditanam ke dalam sebuah lobang tertentu yang sudah digali sebelumnya, meletakkan gedebong pisang itu dan dia pun mulai meniru salah satu temannya untuk menjadi pemimpin permainan kubur-kuburan itu.
Selang beberapa saat, dia malah memimpin permainan kubur-kuburan itu setiap hari. Sampai suatu saat ketika kedebong pisang hilang dari pasaran, Mun Tje kecil nekat untuk menangkap salah satu temannya untuk dijadikan objek permainan kubur-kuburan itu.
Temannya ini berteriak ketakutan sampai didengar oleh orang tua temannya yang adalah tetangganya juga. Lagi-lagi keluhan datang kepada papanya.
Hal ini kembali merisaukan hati papanya. Sebelum menjadi dewasa, Mun Tje kecil masih berada dalam tanggung jawabnya sebagai orang tua.
Ditengah pikirannya yang galau mencari solusi pada permasalahannya, dia pun mengingat kembali pengalaman masa lalu dan mulai timbul pada sebuah kesimpulan solusi. Ingat. Ingat, ingat, ingat, ingat lagi ceritanya.
Solusinya adalah Mun Tje kecil itu berperilaku dan bermain tergantung dari teman-temannya beserta lingkungannya. Punya rumah dekat pasar, main pasar-pasaran. Dekat kuburan, main kubur-kuburan. Sehingga papanya Mun Tje memutuskan untuk menjual rugi rumahnya yang sekarang dan memindahkan keluarganya kembali, hanya yang kali ini dekat dengan sekolah. Supaya Mun Tje main sekolah-sekolahan tujuannya.
Dan ternyata, keputusan papanya kali ini tidaklah sia-sia. Mun Tje kecil bertumbuh dan berkembang dengan teman-teman sekolahnya, apalagi ditambah dengan adanya perpustakaan di sekolah. Tiap hari main sekolah-sekolahan dan membaca buku di perpustakaan. Terkadang Mun Tje berperan sebagai guru-guruan sehingga tanpa sengaja, Mun Tje kecil tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang terpelajar dan bijaksana.
Pangkatnya naik terus sampai akhirnya dia menjadi seorang perdana menteri yang terkenal di jamannya.
Diwaktu masa kecil saya, saya juga ingat akan nasehat mama yang secara diam-diam memberitahukan saya tentang situasi tempat kami tinggal. Di daerah Tubagus Angke, yang dipersepsikan orang sebagai tempat yang tidak disarankan untuk ditinggalkan dan tumbuh kembang anak, karena daerah tidak berpendidikan sehingga peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga tidak mudah jadinya.
”Kamu mendingan bergaul di sekolah saja nak, pulang sekolah langsung bikin PR dan bermainlah jangan jauh-jauh dari rumah ya apalagi bergaul dengan kelompok orang yang tidak sepaham. Cukup hormati mereka saja, sapa dengan sopan namun jangan bergaul dengan mereka.” pesan ibu kepada saya.
Saya belum mengerti maksud ibu saya waktu itu. Untungnya saya memang seorang yang penurut sehingga saya terbebas dari pengaruh lingkungan yang tidak mendukung orang menjadi pribadi yang Champion.
Saya memutuskan untuk tidak merokok, tidak menenggak minuman keras, tidak bercinta sebelum waktunya, dan hal negatif lainnya. Prinsipnya saya benar-benar menjaga diri saya terbebas dari pengaruh yang tidak baik.
Setangkai ”BUNGA TERATAI” akan tumbuh dengan indahnya tidak peduli dimana lingkungan kolam tempat dia bertumbuh, dia tetap dapat mengambil sari pati yang terbaik dari alam untuk kebutuhan dirinya.
Jadi, cukup berteman dengan orang yang mempunyai perilaku dan pandangan tidak sesuai dengan anda dan perluaslah pergaulan dengan orang-orang yang membantu anda tetap semangat sampai berhasil.
Ada banyak seminar dan pelatihan untuk bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang sukses. Contohnya : Sekolah Penulis Pembelajar atau Written Schoolen yang mampu memotivasi saya untuk menulis buku ini.
Pelajari dan tirulah cara mereka yang sudah terbukti berhasil pada bidang yang memang anda inginkan. Ingat, yang ditiru ”caranya” bukan jati dirinya. Kita ini harus asli menjadi diri kita sendiri.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
A "Champion" leader is a person that successfully perform their optimal potentials and coach other people to their best performance
Saturday, September 12, 2009
5B. Kebebasan untuk Memilih
Kebebasan untuk memilih atau “Freedom to Choose” adalah gerbang terakhir pertahanan anda dalam mengelola respon anda, sehingga anda menjadi “bijak” dalam mengambil sebuah pilihan atas sebuah peristiwa atau kejadian, supaya nasib anda berubah dengan cara mendapatkan apa yang anda inginkan sesuai dengan keputusan respon anda.
Kebebasan untuk memilih adalah bagian hak setiap individu lepas dari golongan, suku bangsa atau apapun. Oleh karena itu, saya pun di dalam menjelaskan berbagai hal dalam buku ini sangat memegang teguh prinsip ini. Saya hanya menyarankan dan mengingatkan dan tidak memaksa atau pun merendahkan harga diri seseorang.
Setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing di dalam menjalani kehidupan ini. Di hampir sebagian besar ilustrasi yang saya berikan ini berguna untuk sebagai bahan refleksi kita agar kita mampu keluar dari situasi yang menekan hidup anda saat ini ke sebuah situasi yang mampu kita ciptakan sebagai manusia berdasarkan prinsip-prinsip kesuksesan yang hakiki, hukum alam, dan berlaku universal.
Menurut definisi Stephen R. Covey perbedaan antara orang yang bersifat Reaktif dan Proaktif adalah ruang “Kebebasan untuk memilih” tersebut.
Orang-orang yang bersifat reaktif seperti pada proses berikut ini
Stimulus(rangsangan dari luar diri) – Respon
Itulah sebabnya mengapa anda saya sarankan untuk mengikuti teladan orang yang telah berhasil dalam bidang dan kategori tertentu? Karena sudah terbukti hasilnya. Sudah pakem, nggak usah pikir panjang. Percaya saja, lakukan dan lihat saja hasilnya, minimal hasilnya sudah teruji, sehingga anda tinggal mengulang tindakan yang sudah pakem itu menjadi kebiasaan baik anda.
Namun manusia ini adalah mahluk pintar yang ada dibumi ini yang mampu mengembangkan sistem yang lain, menduplikasikannya sesuai dengan nilai pandangannya masing-masing karena setiap individu itu mahluk yang unik dan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing.
Menariknya hasil penelitian itu dapat dipelajari, didebatkan, ditambahkan atau dikurangi, atau bahkan tidak disetujui.
Sekarang kita akan membahas model proaktif yaitu sebagai berikut :
Stimulus – “Kebebasan untuk memilih” - Respon
Diantara stimulus dan respon, ternyata masih ada ruang kebebasan untuk memilih.
Ruang kebebasan memilih respon berdasarkan 4 hal anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu Kesadaran Diri, Imajinasi, Hati Nurani dan Kehendak Bebas.
Kita tidak dapat membahas satu per satu rangkaian peristiwa yang membahas ke empat anugerah diatas tadi, namun saya akan memberikan sebuah peristiwa dibawah ini, bagaimana sesungguhnya kita dapat melatih ruang “Kebebasan untuk memilih” yang mempengaruhi respon seseorang dan respon lah yang akhirnya mempengaruhi tindakan.
Peristiwa : Anda melihat dari loteng rumah anda, tetangga sebelah rumah anda secara diam-diam meletakkan sebungkus tahi sapi di depan halaman rumah anda. Apakah kira-kira respon anda?
Respon anda dan perkiraan hasilnya:
• Jika dia bisa begitu, kenapa kita tidak bisa, maka kirim balik ke rumah tetangga sebelah, secara diam-diam pula. (kesadaran diri dan kehendak bebas)
• Jika didiamkan, ngelunjak nih jadinya di masa datang (imajinasi). Kurang ajar, belum tahu siapa gua dia, kalau nggak suka sama gua mending terus terang didepan deh, jangan nusuk dari belakang.
Mungkin anda langsung berteriak,”Woi, tunggu disitu ya. Apa maksud loh. Ngajak ribut yah? Pilih mana, tangan kiri ke rumah sakit, tangan kanan ke kuburan!
• Jika anda lapor ke RT, kemungkinan ada persepsi lain yang ditimbul. Menang-Kalah situasinya. Mungkin anda menang, dia kalah dua kali. Sudah ditegor pak RT, hati terluka lagi. Itikad baiknya kepada anda jadi tidak tercapai. (nurani)
Tahukah anda?
Pada saat anda naik pitam, maka muncul sebuah waktu “kegilaan” sejenak pada saat emosi anda melampaui pikiran sehat anda. Makanya ada istilah “yang waras mendingan ngalah deh” dan ini sangat tidak disarankan. Oleh karena itu anda disarankan menunda respon paling tidak “10 detik” sebelum mengambil respon yang mempengaruhi tindakan anda apalagi marah-marah nggak karuan.
Jika anda mempelajari situasinya dulu, kemudian bertanya baik-baik kepadanya apa motif tetangga meninggalkan “sebungkus tahi sapi” itu? Dan jawaban tetangga anda itu mungkin akan mengejutkan anda.
Tetangga anda ternyata bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke kandang sapi untuk menunggu sapi membuang hajatnya sambil menahan bau yang ada di kandang sapi demi persaudaraannya terhadap tetangga yaitu anda.
Ingat tetangga yang dekat merupakan saudara yang sangat berharga dibanding saudara kandung yang jauh, tetangga dapat membantu anda dalam waktu tertentu yang dibutuhkan dibandingkan dengan saudara kandung kita. Iya nggak?
Jadi tetangga anda rela menunggu sekian lama untuk menunggu waktu yang tepat sehingga mendapatkah sebungkus tahi sapi yang fresh itu untuk diberikan kepada anda sebagai tetangganya, secara diam-diam karena tidak mau mengganggu jam tidur anda, dan tahi sapi itu berguna sebagai pupuk atas tanah halaman anda yang kurang subur.
Tujuannya supaya lingkungan sekitar anda menjadi lebih hijau dan asri pemandangannya.
Sekali lagi, ketika ada sebuah peristiwa atau stimulus yang datang, anda dapat menahan diri anda sejenak (pause), berpikir selama kurang lebih 10 detik untuk memilih respon yang benar, supaya tindakan anda benar pula.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Kebebasan untuk memilih adalah bagian hak setiap individu lepas dari golongan, suku bangsa atau apapun. Oleh karena itu, saya pun di dalam menjelaskan berbagai hal dalam buku ini sangat memegang teguh prinsip ini. Saya hanya menyarankan dan mengingatkan dan tidak memaksa atau pun merendahkan harga diri seseorang.
Setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing di dalam menjalani kehidupan ini. Di hampir sebagian besar ilustrasi yang saya berikan ini berguna untuk sebagai bahan refleksi kita agar kita mampu keluar dari situasi yang menekan hidup anda saat ini ke sebuah situasi yang mampu kita ciptakan sebagai manusia berdasarkan prinsip-prinsip kesuksesan yang hakiki, hukum alam, dan berlaku universal.
Menurut definisi Stephen R. Covey perbedaan antara orang yang bersifat Reaktif dan Proaktif adalah ruang “Kebebasan untuk memilih” tersebut.
Orang-orang yang bersifat reaktif seperti pada proses berikut ini
Stimulus(rangsangan dari luar diri) – Respon
Itulah sebabnya mengapa anda saya sarankan untuk mengikuti teladan orang yang telah berhasil dalam bidang dan kategori tertentu? Karena sudah terbukti hasilnya. Sudah pakem, nggak usah pikir panjang. Percaya saja, lakukan dan lihat saja hasilnya, minimal hasilnya sudah teruji, sehingga anda tinggal mengulang tindakan yang sudah pakem itu menjadi kebiasaan baik anda.
Namun manusia ini adalah mahluk pintar yang ada dibumi ini yang mampu mengembangkan sistem yang lain, menduplikasikannya sesuai dengan nilai pandangannya masing-masing karena setiap individu itu mahluk yang unik dan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing.
Menariknya hasil penelitian itu dapat dipelajari, didebatkan, ditambahkan atau dikurangi, atau bahkan tidak disetujui.
Sekarang kita akan membahas model proaktif yaitu sebagai berikut :
Stimulus – “Kebebasan untuk memilih” - Respon
Diantara stimulus dan respon, ternyata masih ada ruang kebebasan untuk memilih.
Ruang kebebasan memilih respon berdasarkan 4 hal anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu Kesadaran Diri, Imajinasi, Hati Nurani dan Kehendak Bebas.
Kita tidak dapat membahas satu per satu rangkaian peristiwa yang membahas ke empat anugerah diatas tadi, namun saya akan memberikan sebuah peristiwa dibawah ini, bagaimana sesungguhnya kita dapat melatih ruang “Kebebasan untuk memilih” yang mempengaruhi respon seseorang dan respon lah yang akhirnya mempengaruhi tindakan.
Peristiwa : Anda melihat dari loteng rumah anda, tetangga sebelah rumah anda secara diam-diam meletakkan sebungkus tahi sapi di depan halaman rumah anda. Apakah kira-kira respon anda?
Respon anda dan perkiraan hasilnya:
• Jika dia bisa begitu, kenapa kita tidak bisa, maka kirim balik ke rumah tetangga sebelah, secara diam-diam pula. (kesadaran diri dan kehendak bebas)
• Jika didiamkan, ngelunjak nih jadinya di masa datang (imajinasi). Kurang ajar, belum tahu siapa gua dia, kalau nggak suka sama gua mending terus terang didepan deh, jangan nusuk dari belakang.
Mungkin anda langsung berteriak,”Woi, tunggu disitu ya. Apa maksud loh. Ngajak ribut yah? Pilih mana, tangan kiri ke rumah sakit, tangan kanan ke kuburan!
• Jika anda lapor ke RT, kemungkinan ada persepsi lain yang ditimbul. Menang-Kalah situasinya. Mungkin anda menang, dia kalah dua kali. Sudah ditegor pak RT, hati terluka lagi. Itikad baiknya kepada anda jadi tidak tercapai. (nurani)
Tahukah anda?
Pada saat anda naik pitam, maka muncul sebuah waktu “kegilaan” sejenak pada saat emosi anda melampaui pikiran sehat anda. Makanya ada istilah “yang waras mendingan ngalah deh” dan ini sangat tidak disarankan. Oleh karena itu anda disarankan menunda respon paling tidak “10 detik” sebelum mengambil respon yang mempengaruhi tindakan anda apalagi marah-marah nggak karuan.
Jika anda mempelajari situasinya dulu, kemudian bertanya baik-baik kepadanya apa motif tetangga meninggalkan “sebungkus tahi sapi” itu? Dan jawaban tetangga anda itu mungkin akan mengejutkan anda.
Tetangga anda ternyata bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke kandang sapi untuk menunggu sapi membuang hajatnya sambil menahan bau yang ada di kandang sapi demi persaudaraannya terhadap tetangga yaitu anda.
Ingat tetangga yang dekat merupakan saudara yang sangat berharga dibanding saudara kandung yang jauh, tetangga dapat membantu anda dalam waktu tertentu yang dibutuhkan dibandingkan dengan saudara kandung kita. Iya nggak?
Jadi tetangga anda rela menunggu sekian lama untuk menunggu waktu yang tepat sehingga mendapatkah sebungkus tahi sapi yang fresh itu untuk diberikan kepada anda sebagai tetangganya, secara diam-diam karena tidak mau mengganggu jam tidur anda, dan tahi sapi itu berguna sebagai pupuk atas tanah halaman anda yang kurang subur.
Tujuannya supaya lingkungan sekitar anda menjadi lebih hijau dan asri pemandangannya.
Sekali lagi, ketika ada sebuah peristiwa atau stimulus yang datang, anda dapat menahan diri anda sejenak (pause), berpikir selama kurang lebih 10 detik untuk memilih respon yang benar, supaya tindakan anda benar pula.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
5A. Mengambil Respon yang benar
Ijinkan saya menjelaskan pentingnya kembali mengelola respon lewat sebuah ilustrasi seperti yang dikisahkan oleh mentor saya bapak Andreas Harefa dalam salah satu sesi pelatihannya sebagai berikut :
Warisan
Ada seorang bapak yang akan meninggal dunia dan mempunyai dua anak laki-lakinya. Si Sulung dan si Bungsu. Sebagai wasiat atau pesan terakhir, berpesanlah bapak itu kepada dua anak laki-lakinya bahwa ada hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam mengelola keuangan mereka.
Pertama, mereka tidak boleh menagih hutang yang telah diberikan kepada orang lain dan kedua, mereka harus berangkat kerja sebelum matahari terbit dan tidak boleh pulang sebelum matahari terbenam. Dan bapak itupun menghembuskan napasnya yang terakhir.
Beberapa minggu setelah pemakaman bapak itu dan selesai masa berkabungnya, maka sang pengacara pun datang dan membagi dua harta warisan bapak itu kepada kedua anaknya itu. Satu bagian untuk Si Sulung dan satu bagian lagi untuk si Bungsu.
Setelah sepuluh tahun kemudian ada perbedaan nasib diantara keduanya itu.
Si sulung menjadi seorang yang sukses luar biasa dan mempunyai “passive income” atau hasil dari investasi dari usaha-usaha yang telah dikerjakannya selama kurun waktu sepuluh tahun itu. Hal yang terbalik dialami si bungsu, dia mengalami sebuah kebangkrutan total.
Mengapa begitu?
Karena butuh “kebijakan” untuk mengartikan pesan orang tuanya.
Si bungsu mempunyai respon yang salah tentang warisan yang telah diperolehnya. Dia mempraktekkan pesan pertama ayahnya dengan cara yang sempit. Dia melakukan bagian usaha yang diwariskan ayahnya dengan cara memberikan pinjaman tanpa meminta kembali pinjaman beserta bunganya.
Demikian juga dengan pesan kedua, dia diam dirumah saja dan mendelegasikan usahanya kepada orang lain tanpa mengendalikan hasilnya sehingga dari hari ke sehari uang warisan ayahnya semakin lama semakin menipis.
Akhirnya dia menjadi bangkrut total.
Si sulung berhasil karena dia mampu memanfaatkan warisan yang diberikan oleh ayahnya. Ada sebuah amanah disana untuk meneruskan usaha ayahnya.
Yang dilakukan oleh si Sulung pada pesan yang pertama ayahnya adalah dia tidak meminjamkan uangnya kepada orang lain. Sistim usahanya adalah “Cash and carry” (ada uang, ada barang) sehingga dia dapat mengatur aliran keuangan usahanya dengan baik.
Sedangkan untuk pesan yang kedua, dia benar-benar mematuhi perintah ayahnya dengan cara bangun sekitar jam 5 pagi yaitu sebelum matahari terbit dia sudah sampai di tempat usahanya dan pulang paling cepat jam 6 petang setelah matahari terbit sehingga diwaktu pagi dia punya waktu untuk melakukan persiapan untuk usahanya hari itu dan di waktu sore dia mempunyai waktu untuk mengevaluasi hasil kinerjanya setiap hari.
Itu kunci keberhasilan si Sulung, sangat masuk akal bukan?
Jadi, sebagai pribadi Champion kita pun harus belajar bagaimana mengelola respon supaya kita tidak bertindak keliru memaknai sebuah peristiwa. Intinya, yakinlah segala sesuatu itu mendatangkan kebaikan bagi diri kita. Gunakan kebijakan kita untuk memilih respon yang sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Berpikir sejenak, memilih respon yang benar, maka percayalah hasilnya tidak akan pernah mengecewakan dibandingkan bila anda secara sempit atau membabi buta melakukan tindakan saja tanpa disertai dengan sebuah perencanaan yang matang.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Warisan
Ada seorang bapak yang akan meninggal dunia dan mempunyai dua anak laki-lakinya. Si Sulung dan si Bungsu. Sebagai wasiat atau pesan terakhir, berpesanlah bapak itu kepada dua anak laki-lakinya bahwa ada hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam mengelola keuangan mereka.
Pertama, mereka tidak boleh menagih hutang yang telah diberikan kepada orang lain dan kedua, mereka harus berangkat kerja sebelum matahari terbit dan tidak boleh pulang sebelum matahari terbenam. Dan bapak itupun menghembuskan napasnya yang terakhir.
Beberapa minggu setelah pemakaman bapak itu dan selesai masa berkabungnya, maka sang pengacara pun datang dan membagi dua harta warisan bapak itu kepada kedua anaknya itu. Satu bagian untuk Si Sulung dan satu bagian lagi untuk si Bungsu.
Setelah sepuluh tahun kemudian ada perbedaan nasib diantara keduanya itu.
Si sulung menjadi seorang yang sukses luar biasa dan mempunyai “passive income” atau hasil dari investasi dari usaha-usaha yang telah dikerjakannya selama kurun waktu sepuluh tahun itu. Hal yang terbalik dialami si bungsu, dia mengalami sebuah kebangkrutan total.
Mengapa begitu?
Karena butuh “kebijakan” untuk mengartikan pesan orang tuanya.
Si bungsu mempunyai respon yang salah tentang warisan yang telah diperolehnya. Dia mempraktekkan pesan pertama ayahnya dengan cara yang sempit. Dia melakukan bagian usaha yang diwariskan ayahnya dengan cara memberikan pinjaman tanpa meminta kembali pinjaman beserta bunganya.
Demikian juga dengan pesan kedua, dia diam dirumah saja dan mendelegasikan usahanya kepada orang lain tanpa mengendalikan hasilnya sehingga dari hari ke sehari uang warisan ayahnya semakin lama semakin menipis.
Akhirnya dia menjadi bangkrut total.
Si sulung berhasil karena dia mampu memanfaatkan warisan yang diberikan oleh ayahnya. Ada sebuah amanah disana untuk meneruskan usaha ayahnya.
Yang dilakukan oleh si Sulung pada pesan yang pertama ayahnya adalah dia tidak meminjamkan uangnya kepada orang lain. Sistim usahanya adalah “Cash and carry” (ada uang, ada barang) sehingga dia dapat mengatur aliran keuangan usahanya dengan baik.
Sedangkan untuk pesan yang kedua, dia benar-benar mematuhi perintah ayahnya dengan cara bangun sekitar jam 5 pagi yaitu sebelum matahari terbit dia sudah sampai di tempat usahanya dan pulang paling cepat jam 6 petang setelah matahari terbit sehingga diwaktu pagi dia punya waktu untuk melakukan persiapan untuk usahanya hari itu dan di waktu sore dia mempunyai waktu untuk mengevaluasi hasil kinerjanya setiap hari.
Itu kunci keberhasilan si Sulung, sangat masuk akal bukan?
Jadi, sebagai pribadi Champion kita pun harus belajar bagaimana mengelola respon supaya kita tidak bertindak keliru memaknai sebuah peristiwa. Intinya, yakinlah segala sesuatu itu mendatangkan kebaikan bagi diri kita. Gunakan kebijakan kita untuk memilih respon yang sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Berpikir sejenak, memilih respon yang benar, maka percayalah hasilnya tidak akan pernah mengecewakan dibandingkan bila anda secara sempit atau membabi buta melakukan tindakan saja tanpa disertai dengan sebuah perencanaan yang matang.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
4D. Merangkul Perubahan di Masa Depan
Perubahan dalam diri maupun organisasi tidak dapat dielakkan. Ada yang berpendapat bahwa yang abadi adalah perubahan itu sendiri. Entahlah, saya tidak mau membahas hal keabadian ini, yang ingin saya bahas adalah bagaimana kita merespon terhadap perubahan ini yang akan terjadi di masa depan kita.
Namun yang pasti, tubuh dan sel-sel anda sedang berubah, global warming, pasar modal yang naik turun sehingga bikin sport jantung bagi para spekulator, alih-alih daripada anda menghindari perubahan yang terjadi, mendingan sekalian anda rangkul dan mempelajarinya untuk mengurangi dampak resiko yang mungkin terjadi.
Bahkan pohon mangga di depan rumah sayapun sedang bertumbuh sekitar 10 cm setiap 2 minggunya dan saya sangat menikmati perubahannya daunnya dari kuncup, menjadi kembang berwarna merah muda, menjadi merah tua dan akhirnya kembali ke warna hijau muda, hijau tua, berubah warna ujungnya seperti warna karat dan seterusnya.
Itulah hukum alam, tidak ada yang dapat mengaturnya kecuali anda yang dapat mengatur respon anda terhadap hal itu.
Growing or Die.
Kita berubah menjadi tua itu pasti tapi berubah menjadi pribadi yang mandiri adalah pilihan. Berawal dari tekad saya dimasa muda untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan ditambah dengan pernyataan misi, saya sekarang memfokuskan tujuan saya itu sebagai penulis, pelatih dan pembicara yang sudah menjadi panggilan kehidupan saya.
Inspirasi ini saya dapatkan dari Bpk. Andreas Harefa dengan visi 2045 nya, yaitu dengan menciptakan 1000 trainer untuk Indonesia dan mungkin juga saya salah satu yang diantaranya.
Ketika perubahan terjadi sebagai sebuah peristiwa, anda bisa menerimanya dan belajar cara memanfaatkannya atau anda bisa menolaknya dan akhirnya terlindas olehnya.
Itu pilihan anda.
Bila anda sepenuhnya merangkul perubahan di masa depan sebagai bagian yang tidak terhindari dari kehidupan dengan cara menggunakan perubahan baru untuk membuat kehidupan anda lebih baik, lebih memudahkan hidup anda, maka kita akan mengalami perubahan sebagai ”peluang” untuk pertumbuhan dan mendapatkan tantangan yang baru.
Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa apa yang ada ada dan didepan kita adalah hal-hal yang sepele jika dibandingkan dengan potensi yang ada dalam diri kita. Saat anda memikirkan sebuah perubahan, maka hal-hal yang lain akan mengikuti dengan sendirinya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Namun yang pasti, tubuh dan sel-sel anda sedang berubah, global warming, pasar modal yang naik turun sehingga bikin sport jantung bagi para spekulator, alih-alih daripada anda menghindari perubahan yang terjadi, mendingan sekalian anda rangkul dan mempelajarinya untuk mengurangi dampak resiko yang mungkin terjadi.
Bahkan pohon mangga di depan rumah sayapun sedang bertumbuh sekitar 10 cm setiap 2 minggunya dan saya sangat menikmati perubahannya daunnya dari kuncup, menjadi kembang berwarna merah muda, menjadi merah tua dan akhirnya kembali ke warna hijau muda, hijau tua, berubah warna ujungnya seperti warna karat dan seterusnya.
Itulah hukum alam, tidak ada yang dapat mengaturnya kecuali anda yang dapat mengatur respon anda terhadap hal itu.
Growing or Die.
Kita berubah menjadi tua itu pasti tapi berubah menjadi pribadi yang mandiri adalah pilihan. Berawal dari tekad saya dimasa muda untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan ditambah dengan pernyataan misi, saya sekarang memfokuskan tujuan saya itu sebagai penulis, pelatih dan pembicara yang sudah menjadi panggilan kehidupan saya.
Inspirasi ini saya dapatkan dari Bpk. Andreas Harefa dengan visi 2045 nya, yaitu dengan menciptakan 1000 trainer untuk Indonesia dan mungkin juga saya salah satu yang diantaranya.
Ketika perubahan terjadi sebagai sebuah peristiwa, anda bisa menerimanya dan belajar cara memanfaatkannya atau anda bisa menolaknya dan akhirnya terlindas olehnya.
Itu pilihan anda.
Bila anda sepenuhnya merangkul perubahan di masa depan sebagai bagian yang tidak terhindari dari kehidupan dengan cara menggunakan perubahan baru untuk membuat kehidupan anda lebih baik, lebih memudahkan hidup anda, maka kita akan mengalami perubahan sebagai ”peluang” untuk pertumbuhan dan mendapatkan tantangan yang baru.
Ralph Waldo Emerson mengatakan bahwa apa yang ada ada dan didepan kita adalah hal-hal yang sepele jika dibandingkan dengan potensi yang ada dalam diri kita. Saat anda memikirkan sebuah perubahan, maka hal-hal yang lain akan mengikuti dengan sendirinya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
4C. Melupakan masa lalu
Fungsi otak bawah sadar kita adalah mengatur sistem tubuh kita seperti fungsi jantung, paru-paru, ginjal, metabolisme organ tubuh bagian dalam kita.
Contoh : kita tidak dapat memerintahkan jantung kita untuk berhenti.
Berita baiknya adalah, kita dapat membentuk kebiasaan berpikir kita supaya kita mendapatkan hasil terbaik sesuai yang kita inginkan.
“Garbage in Garbage Out”. Sampah yang masuk, sampah pula yang hasilnya.
Tahukah anda, bila kita terjebak dalam masa belenggu masa lalu atau trauma yang mendalam, orang yang mengalami hal itu sangat tidak mudah diyakinkan. Mereka cenderung bersifat tertutup, pesimis terkadang sedikit apatis.
Hari kemarin atau masa lalu sudah berlalu. Anda tidak akan pernah mengalami hidup yang berkemenangan dan menjelang hari esok, jika anda berfokus pada masa lalu, melulu.
Sekarng gunakan imajinasi anda untuk mengerti apa yang ingin saya gambarkan lewat sebuah ilustrasi berikut ini :
Utopia yang Megah
Anda saya berikan kesempatan untuk berdarmawisata ke sebuah daerah Karawang, Jawa Barat, ke sebuah tempat yang bernama “utopia” yang begitu megahnya.
Tahukah anda, bahwa anda harus memesan tempat peristirahatan ini dulu tempat ini, supaya anda dapat menempatkan diri anda nanti bila sudah tiba waktunya.
Lucunya, kita tidak akan pernah masuk ke tempat peristirahatan kita sendirian. Kita butuh bantuan orang lain untuk mengangkat kita dan memasukkannya kedalam tempat yang telah kita pesan sebelumnya itu.
Anda hanya boleh pesan, karena anda tidak kapan akan memakainya. Hanya ALLAH yang tahu saat yang terindah bagi kita.Tapi tenang saja. Saya hanya meminta anda agar berperan sebagai pengunjung saja kok, bukan peserta.
Anda saya berikan sekop untuk membongkar tempat salah satu peristirahatan orang yang umumnya berukuran tipe studio atau tipe 21, namun hati-hati, disana ada juga yang bertipe tipe 45, 90 atau ukuran yang lebih besar lagi, loh. Tentu saja sesuai kemampuan anda pada saat anda pesan sebelumnya.
Sekarang silakan anda membongkar tempat itu dari sisi mana saja. Namun saya menyarankan dari sisi atas yang menyembul keluar dan berisikan identitas orang yang akan saya berikan namanya berikut ini.
Nama : Sibiasa Aja D.EH
Lahir : Tahun 1929
Meninggal : Tahun 1951
Dimakamkan : Tahun 1999
Dibongkar lagi tahun 2009.
Dibongkar siapa? Dibongkar anda, atas perintah saya dalam imajinasi saja. Coba tebak. Apa yang anda temukan? Harta karunkah? Mas, perak dan permatakah?
Tentu saja tidak. Anda hanya mendapatkan (maaf) tulang belulang. Itu saja. Tidak kurang, tidak lebih.
Itu yang akan kita dapatkan ketika kita memfokuskan energi kita ke masa lalu kita. Sebuah pemborosan waktu, tenaga bahkan uang untuk sebuah hal yang sia-sia.
Tapi tunggu dulu.
Meninggal dan dimakamkannya kok beda. Meninggal tahun 1951 dan dimakamkan tahun 1999 ini maksudnya apa?
Siorang biasa-biasa ini telah meninggal tahun 1951 secara spiritual. Dia sudah tidak mempunyai semangat hidup ini, tidak mau bangkit dari kekalahannya, sedangkan tahun 1999 memang secara fisik dia baru benar-benar meninggal.
Jadi, bagi anda-anda yang masih terkungkung oleh pikiran dan perasaan masa lalu, ada satu kata yang paling tepat untuk anda.
Bertobatlah. Berbalik arahlah ke masa depan. Karena ada beberapa tanda orang yang masih dalam masa lalu seperti suka membanding-bandingkan nasin buruknya, menghibur diri sendiri, menyendiri, menyesal terus tapi tidak pernah bergerak dan sebagai akhirnya menimbulkan trauma atau kepahitan yang tidak dapat melupakan masa lalu yang dikenangnya sebagai monumen bersejarah dalam hidupnya.
Oleh karena itu, jadikan hari ini sebagai titik perubahan atau kilas balik dalam kehidupan anda untuk segera mengubah pikiran anda ke Orientasi Masa Depan. Jelanglah hari esok yang lebih baik.
Kualitas yang membuat orang sukses adalah bila dia mampu mengatasi kegagalannya dan menjadi peraih prestasi yang kuat dengan cara melepaskan masa lalu dan terus maju, sehingga dia dapat menangani tantangan-tantangan yang ada di masa depan dengan antusias dengan beban yang minimal.
Namun bila seseorang tetap teringat pada kegagalan-kegagalan di masa lalunya dia seperti terkunci dalam penjara yang dia ciptakan bagi dirinya sendiri. Dia membawa beban atau yang sudah menjadi trauma itu kemana-mana, bagaikan membawa mobil dengan rem tangan yang masih aktif.
Bila diibaratkan sebuah mobil lagi, anda hanya boleh menoleh belakang lewat kaca spion anda, sesekali saja untuk melihat situasi dan sebagai bahan refleksi anda. Semua orang pernah mengalami kegagalan bahkan orang yang terbaik sekalipun.
Sedangkan mata, pikiran, semangat dan keseluruhan diri anda harus fokus pada apa yang terjadi hari ini dan ke arah mana yang dipilih untuk memperoleh hidup yang berkemenangan dan menjelang hari esok yang penuh dengan harapan indah.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Contoh : kita tidak dapat memerintahkan jantung kita untuk berhenti.
Berita baiknya adalah, kita dapat membentuk kebiasaan berpikir kita supaya kita mendapatkan hasil terbaik sesuai yang kita inginkan.
“Garbage in Garbage Out”. Sampah yang masuk, sampah pula yang hasilnya.
Tahukah anda, bila kita terjebak dalam masa belenggu masa lalu atau trauma yang mendalam, orang yang mengalami hal itu sangat tidak mudah diyakinkan. Mereka cenderung bersifat tertutup, pesimis terkadang sedikit apatis.
Hari kemarin atau masa lalu sudah berlalu. Anda tidak akan pernah mengalami hidup yang berkemenangan dan menjelang hari esok, jika anda berfokus pada masa lalu, melulu.
Sekarng gunakan imajinasi anda untuk mengerti apa yang ingin saya gambarkan lewat sebuah ilustrasi berikut ini :
Utopia yang Megah
Anda saya berikan kesempatan untuk berdarmawisata ke sebuah daerah Karawang, Jawa Barat, ke sebuah tempat yang bernama “utopia” yang begitu megahnya.
Tahukah anda, bahwa anda harus memesan tempat peristirahatan ini dulu tempat ini, supaya anda dapat menempatkan diri anda nanti bila sudah tiba waktunya.
Lucunya, kita tidak akan pernah masuk ke tempat peristirahatan kita sendirian. Kita butuh bantuan orang lain untuk mengangkat kita dan memasukkannya kedalam tempat yang telah kita pesan sebelumnya itu.
Anda hanya boleh pesan, karena anda tidak kapan akan memakainya. Hanya ALLAH yang tahu saat yang terindah bagi kita.Tapi tenang saja. Saya hanya meminta anda agar berperan sebagai pengunjung saja kok, bukan peserta.
Anda saya berikan sekop untuk membongkar tempat salah satu peristirahatan orang yang umumnya berukuran tipe studio atau tipe 21, namun hati-hati, disana ada juga yang bertipe tipe 45, 90 atau ukuran yang lebih besar lagi, loh. Tentu saja sesuai kemampuan anda pada saat anda pesan sebelumnya.
Sekarang silakan anda membongkar tempat itu dari sisi mana saja. Namun saya menyarankan dari sisi atas yang menyembul keluar dan berisikan identitas orang yang akan saya berikan namanya berikut ini.
Nama : Sibiasa Aja D.EH
Lahir : Tahun 1929
Meninggal : Tahun 1951
Dimakamkan : Tahun 1999
Dibongkar lagi tahun 2009.
Dibongkar siapa? Dibongkar anda, atas perintah saya dalam imajinasi saja. Coba tebak. Apa yang anda temukan? Harta karunkah? Mas, perak dan permatakah?
Tentu saja tidak. Anda hanya mendapatkan (maaf) tulang belulang. Itu saja. Tidak kurang, tidak lebih.
Itu yang akan kita dapatkan ketika kita memfokuskan energi kita ke masa lalu kita. Sebuah pemborosan waktu, tenaga bahkan uang untuk sebuah hal yang sia-sia.
Tapi tunggu dulu.
Meninggal dan dimakamkannya kok beda. Meninggal tahun 1951 dan dimakamkan tahun 1999 ini maksudnya apa?
Siorang biasa-biasa ini telah meninggal tahun 1951 secara spiritual. Dia sudah tidak mempunyai semangat hidup ini, tidak mau bangkit dari kekalahannya, sedangkan tahun 1999 memang secara fisik dia baru benar-benar meninggal.
Jadi, bagi anda-anda yang masih terkungkung oleh pikiran dan perasaan masa lalu, ada satu kata yang paling tepat untuk anda.
Bertobatlah. Berbalik arahlah ke masa depan. Karena ada beberapa tanda orang yang masih dalam masa lalu seperti suka membanding-bandingkan nasin buruknya, menghibur diri sendiri, menyendiri, menyesal terus tapi tidak pernah bergerak dan sebagai akhirnya menimbulkan trauma atau kepahitan yang tidak dapat melupakan masa lalu yang dikenangnya sebagai monumen bersejarah dalam hidupnya.
Oleh karena itu, jadikan hari ini sebagai titik perubahan atau kilas balik dalam kehidupan anda untuk segera mengubah pikiran anda ke Orientasi Masa Depan. Jelanglah hari esok yang lebih baik.
Kualitas yang membuat orang sukses adalah bila dia mampu mengatasi kegagalannya dan menjadi peraih prestasi yang kuat dengan cara melepaskan masa lalu dan terus maju, sehingga dia dapat menangani tantangan-tantangan yang ada di masa depan dengan antusias dengan beban yang minimal.
Namun bila seseorang tetap teringat pada kegagalan-kegagalan di masa lalunya dia seperti terkunci dalam penjara yang dia ciptakan bagi dirinya sendiri. Dia membawa beban atau yang sudah menjadi trauma itu kemana-mana, bagaikan membawa mobil dengan rem tangan yang masih aktif.
Bila diibaratkan sebuah mobil lagi, anda hanya boleh menoleh belakang lewat kaca spion anda, sesekali saja untuk melihat situasi dan sebagai bahan refleksi anda. Semua orang pernah mengalami kegagalan bahkan orang yang terbaik sekalipun.
Sedangkan mata, pikiran, semangat dan keseluruhan diri anda harus fokus pada apa yang terjadi hari ini dan ke arah mana yang dipilih untuk memperoleh hidup yang berkemenangan dan menjelang hari esok yang penuh dengan harapan indah.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
4B. Merangkul kegagalan menjadi Sahabat
Tak ada gading yang tak retak. Mungkin kalau ada teliti daftar diatas, ada dua hal yang sebenarnya bukan sebuah pencapaian prestasi yang sebenarnya yaitu nomor 10 dan nomor 15.
Ketika terjadi kebakaran dirumah saya di daerah Tubagus Angke, Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Terate Gang 3, No. 17 E pada bulan Januari 2001, saya waktu itu hanya dapat berjalan perlahan-lahan menuruni anak tangga loteng rumah saya yang terbuat dari kayu.
Api membakar lewat genting rumah. Hanya setengah jam saja maka seluruh harta benda termasuk ijazah lenyap tandas. Yang tersisa dari aset saya hanyalah sebuah kaos dan sarung yang melekat.
Langitku rumahku.
Saya mencoba untuk meminjam uang kepada perusahaan namum gagal karena tidak ada kebijakan untuk hal itu padahal beban hidup saya sudah berat karena saya kuliah dan berkerja sebagai pilihan hidup. 40% gaji saya untuk tranport Jakarta – Cikarang – Cikarang naik bis dan itu tidak membuat saya menjadi patah semangat, sebaliknya saya mencari jalan keluar untuk mencari pekerjaan secepatnya.
Untuk yang nomor 15, pada tanggal 24 Agustus 2001 saya secara mendadak dipanggil dan disuruh mengundurkan diri ala Singapore. Minggu depan harus mengundurkan diri dari sana satu minggu kemudian bertepatan pada hari ulang tahun saya yang bersejarah, 31 Agustus 2001. Baru enam bulan menikah lagi, saya tidak protes walaupun dalam hati hancur. Saya pun pernah merasakan dampak krisis ekonomi di tahun 1998 juga.
I will do my crying in the rain.
Untung saja tidak jadi ”stress” apalagi sakit jiwa, ih serem. Ada teman saya yang menempuh jalur hukum dan dapat kesepakatan apa yang dia inginkan.Namun saya tidak mau menggunakan cara ini. Saya adalah orang yang mempunyai kehormatan diri, dan saya harus patuh walaupun saya menjadi pengangguran tak kentara untuk hampir satu tahun karena seluruh fasilitas lenyap. Gaji, mobil, pokoknya semuanya, kepepet habis deh tapi tetap tidak nekad. Karena keadaan perusahaan waktu sedang ada Merger dimana teman saya yang akhirnya mengambil alih seluruh tugas saya.
Dan lewat penulisan ini saya juga sudah melupakan semua hal yang terjadi saat itu.
Forgive and Forget.
Karena tujuan saya menceritakan ini adalah mengenai perjuangan dan fokus saya untuk tetap teguh memegang prinsip sukses pribadi, karena apapun yang terjadi pada anda, kehormatan andalah yang utama. Nama baik adalah segala-galanya, sedangkan rejeki dapat kita minta, percaya dan lakukan dengan itikad yang baik maka kita akan menerima sesuai dengan usaha yang kita lakukan sesuai dengan prinsip ”Tabur Tuai”.
Jadi orang yang berpribadi Champion bukannya tidak pernah mengalami kegagalan, para Champion memandang kegagalan sebagai sebuah proses menuju kesuksesan yang sesungguhnya.
Ketika terjadi kebakaran dirumah saya di daerah Tubagus Angke, Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Terate Gang 3, No. 17 E pada bulan Januari 2001, saya waktu itu hanya dapat berjalan perlahan-lahan menuruni anak tangga loteng rumah saya yang terbuat dari kayu.
Api membakar lewat genting rumah. Hanya setengah jam saja maka seluruh harta benda termasuk ijazah lenyap tandas. Yang tersisa dari aset saya hanyalah sebuah kaos dan sarung yang melekat.
Langitku rumahku.
Saya mencoba untuk meminjam uang kepada perusahaan namum gagal karena tidak ada kebijakan untuk hal itu padahal beban hidup saya sudah berat karena saya kuliah dan berkerja sebagai pilihan hidup. 40% gaji saya untuk tranport Jakarta – Cikarang – Cikarang naik bis dan itu tidak membuat saya menjadi patah semangat, sebaliknya saya mencari jalan keluar untuk mencari pekerjaan secepatnya.
Untuk yang nomor 15, pada tanggal 24 Agustus 2001 saya secara mendadak dipanggil dan disuruh mengundurkan diri ala Singapore. Minggu depan harus mengundurkan diri dari sana satu minggu kemudian bertepatan pada hari ulang tahun saya yang bersejarah, 31 Agustus 2001. Baru enam bulan menikah lagi, saya tidak protes walaupun dalam hati hancur. Saya pun pernah merasakan dampak krisis ekonomi di tahun 1998 juga.
I will do my crying in the rain.
Untung saja tidak jadi ”stress” apalagi sakit jiwa, ih serem. Ada teman saya yang menempuh jalur hukum dan dapat kesepakatan apa yang dia inginkan.Namun saya tidak mau menggunakan cara ini. Saya adalah orang yang mempunyai kehormatan diri, dan saya harus patuh walaupun saya menjadi pengangguran tak kentara untuk hampir satu tahun karena seluruh fasilitas lenyap. Gaji, mobil, pokoknya semuanya, kepepet habis deh tapi tetap tidak nekad. Karena keadaan perusahaan waktu sedang ada Merger dimana teman saya yang akhirnya mengambil alih seluruh tugas saya.
Dan lewat penulisan ini saya juga sudah melupakan semua hal yang terjadi saat itu.
Forgive and Forget.
Karena tujuan saya menceritakan ini adalah mengenai perjuangan dan fokus saya untuk tetap teguh memegang prinsip sukses pribadi, karena apapun yang terjadi pada anda, kehormatan andalah yang utama. Nama baik adalah segala-galanya, sedangkan rejeki dapat kita minta, percaya dan lakukan dengan itikad yang baik maka kita akan menerima sesuai dengan usaha yang kita lakukan sesuai dengan prinsip ”Tabur Tuai”.
Jadi orang yang berpribadi Champion bukannya tidak pernah mengalami kegagalan, para Champion memandang kegagalan sebagai sebuah proses menuju kesuksesan yang sesungguhnya.
4A. Tiga fase dalam kehidupan
Menurut pendapat para pakar, seperti Andreas Harefa dan Jack Canfield ada 3 fase dalam kehidupan kita yaitu fase pertama yaitu sampai kita berusia umur 20 yang disebut ”Fase Mengambil”. Fase kedua sampai dengan umur 40 adalah ”Fase keseimbangan antara mengambil dan memberi” sedangkan fase ketiga sampai dengan umur 60 adalah ”Fase Memberi”.
Ini adalah daftar pencapaian prestasi saya fase pertama saya (1970-1990)
1. Terpilih mewakili sekolah untuk pertukaran sekolah dalam bidang kebudayaan, sebuah proses asimiliasi antar pelajar di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Menjadi panitia penyelenggara catur di SMA
3. Menjadi seksi Majalah Dinding sekolah
Ini adalah daftar pencapaian prestasi fase kedua saya (1991 – 2010)
1. Mendapat sertifikasi dalam bidang administrasi yang meliputi koresponsensi bisnis, akunting dasar 2, pajak, tahun 1991
2. Mendaftar sekolah lagi di AMIK Bunda Mulia dan berpikir positif bahwa akan menjadi STMIK dan Universitas itu menjadi kenyataan. Ini adalah tabungan saya selama dua tahun. Orang sudah S1, saya baru mendaftar. Namun itu adalah kebanggaan saya dapat MANDIRI membiayai sekolah saya sendiri, tahun 1993
3. Belajar satu tahun dengan Rahtheon Consultant untuk mendapatkan sertifikasi ISO, Manajemen Mutu, tahun 1995
4. Mendapat sertifikasi ISO yang pertama dari ABS Quality Evaluation, Juni 1996
5. Mendapat sertifikasi Internal Quality Auditor dari Neville Clarke, Agustus 1996
6. Mendapat sertifikasi Manajemen Mutu ISO, tahun 1997
7. Lulus kuliah S1 setelah Jakarta – Cikarang naik bis. Menghabiskan 40% gaji untuk mencapai cita-cita. Lulus S1 dalam waktu 4 tahun, tahun 1997
8. Mendapat sertifikasi ISO expansion for Galvanized produt, tahun 1998
9. Lulus kuliah S2 di Jakarta Institute of Management Studies, Jakarta, tahun 1998
10. Rumah terbakar. Langitku rumahku. Pinjam uang ditolak namun pantang menyerah, Januari 1999
11. Mendapat sertifikasi Ulang ISO, Juni 1999
12. Mendapat kepercayaan memimpin perusahaan baru PT. Selamat Sempana Perkasa, Agustus 1999
13. Mendapat sertifikasi ISO setelah satu tahun perjuangan. Pergi sebelum matahri terbit dan pulang sebelum matahari terbenam. Jakarta – Cikupa, Agustus 2000
14. Menikah dengan Lina, istri saya, 11 Pebruari 2001
15. Mendapat Paket Rasionalisasi, 31 Agustus 2001. Ulang tahunku adalah hari terakhir bekerjaku
16. Mendapat sertifikasi Associate Webmaster, Oktober 2001
17. Mendapat sertifikasi Certified Webmaster, Desember 2001
18. Menjadi Certified Trainer PT. Daya Bina Mitra Infonet, Januari 2002
19. Mendirikan Konsultan Mainsyscon bersama partner, tahun 2002
20. Menjadi ”Specialist II” Trainer bagian Design di Binus Training center, 2003
21. Menjadi Senior Trainer di Informatics dan beberapa Institusi lainnya, 2002 - 2005
22. Magang setahun menjadi Karyawan Kontrak, tahun 2005
23. Sertifikasi dan pelatihan Problem Solving and Decision Making, tahun 2006
24. Menjadi Training Specialist, Januari 2009.
25. Menulis buku Best Sellert, sebelum tahun 2009.
26. _________________. Tambahan daftar, mulai sekarang. Sebanyak-banyaknya.
Untuk yang no. 26 belum dapat saya ceritakan yang segera akan masuk fase ketiga dalam hidup yaitu fase berbagi. Ini baru terjadi tahun depan atau secepatnya saya menambah daftar kesuksesan saya sendiri. Mungkin saya akan mulai dengan judul buku best seller saya berikutnya dengan judul ”Life Begin At 40”, misalnya. Tunggu saja kabar baiknya.
Salah satu cara untuk memelihara semangat adalah rajin memperbaiki jurnal anda di blog anda. Setiap hal yang membantu pengembangan diri anda, karir, keluarga apa saja. Siapa tahu dengan menabung tulisan akan berbuah menjadi buku. Lumayan, kan? Pusatkan saja perhatian pada royaltinya, saya jamin anda akan termotivasi untuk menulis.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Ini adalah daftar pencapaian prestasi saya fase pertama saya (1970-1990)
1. Terpilih mewakili sekolah untuk pertukaran sekolah dalam bidang kebudayaan, sebuah proses asimiliasi antar pelajar di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Menjadi panitia penyelenggara catur di SMA
3. Menjadi seksi Majalah Dinding sekolah
Ini adalah daftar pencapaian prestasi fase kedua saya (1991 – 2010)
1. Mendapat sertifikasi dalam bidang administrasi yang meliputi koresponsensi bisnis, akunting dasar 2, pajak, tahun 1991
2. Mendaftar sekolah lagi di AMIK Bunda Mulia dan berpikir positif bahwa akan menjadi STMIK dan Universitas itu menjadi kenyataan. Ini adalah tabungan saya selama dua tahun. Orang sudah S1, saya baru mendaftar. Namun itu adalah kebanggaan saya dapat MANDIRI membiayai sekolah saya sendiri, tahun 1993
3. Belajar satu tahun dengan Rahtheon Consultant untuk mendapatkan sertifikasi ISO, Manajemen Mutu, tahun 1995
4. Mendapat sertifikasi ISO yang pertama dari ABS Quality Evaluation, Juni 1996
5. Mendapat sertifikasi Internal Quality Auditor dari Neville Clarke, Agustus 1996
6. Mendapat sertifikasi Manajemen Mutu ISO, tahun 1997
7. Lulus kuliah S1 setelah Jakarta – Cikarang naik bis. Menghabiskan 40% gaji untuk mencapai cita-cita. Lulus S1 dalam waktu 4 tahun, tahun 1997
8. Mendapat sertifikasi ISO expansion for Galvanized produt, tahun 1998
9. Lulus kuliah S2 di Jakarta Institute of Management Studies, Jakarta, tahun 1998
10. Rumah terbakar. Langitku rumahku. Pinjam uang ditolak namun pantang menyerah, Januari 1999
11. Mendapat sertifikasi Ulang ISO, Juni 1999
12. Mendapat kepercayaan memimpin perusahaan baru PT. Selamat Sempana Perkasa, Agustus 1999
13. Mendapat sertifikasi ISO setelah satu tahun perjuangan. Pergi sebelum matahri terbit dan pulang sebelum matahari terbenam. Jakarta – Cikupa, Agustus 2000
14. Menikah dengan Lina, istri saya, 11 Pebruari 2001
15. Mendapat Paket Rasionalisasi, 31 Agustus 2001. Ulang tahunku adalah hari terakhir bekerjaku
16. Mendapat sertifikasi Associate Webmaster, Oktober 2001
17. Mendapat sertifikasi Certified Webmaster, Desember 2001
18. Menjadi Certified Trainer PT. Daya Bina Mitra Infonet, Januari 2002
19. Mendirikan Konsultan Mainsyscon bersama partner, tahun 2002
20. Menjadi ”Specialist II” Trainer bagian Design di Binus Training center, 2003
21. Menjadi Senior Trainer di Informatics dan beberapa Institusi lainnya, 2002 - 2005
22. Magang setahun menjadi Karyawan Kontrak, tahun 2005
23. Sertifikasi dan pelatihan Problem Solving and Decision Making, tahun 2006
24. Menjadi Training Specialist, Januari 2009.
25. Menulis buku Best Sellert, sebelum tahun 2009.
26. _________________. Tambahan daftar, mulai sekarang. Sebanyak-banyaknya.
Untuk yang no. 26 belum dapat saya ceritakan yang segera akan masuk fase ketiga dalam hidup yaitu fase berbagi. Ini baru terjadi tahun depan atau secepatnya saya menambah daftar kesuksesan saya sendiri. Mungkin saya akan mulai dengan judul buku best seller saya berikutnya dengan judul ”Life Begin At 40”, misalnya. Tunggu saja kabar baiknya.
Salah satu cara untuk memelihara semangat adalah rajin memperbaiki jurnal anda di blog anda. Setiap hal yang membantu pengembangan diri anda, karir, keluarga apa saja. Siapa tahu dengan menabung tulisan akan berbuah menjadi buku. Lumayan, kan? Pusatkan saja perhatian pada royaltinya, saya jamin anda akan termotivasi untuk menulis.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
3C. Menciptakan masa depan atau membiarkannya
Tanpa pernyataan misi anda, maka anda bagaikan kapal yang berlayar tanpa arah tujuan. Bila anda tidak menentukan sendiri perencanaan ke depan hidup anda, maka orang lain lah yang akan menentukannya bagi anda sehingga yang mungkin bisa anda lakukan adalah mengelola responnya saja.
Masih ada lagi motif yang mendasari orang untuk bertindak melakukan atau menunjukkan sebuah tingkah laku tertentu untuk menciptakan perisitiwa yang akan mengubah kehidupannya.
Motif itu ada dua, yaitu bayangan rasa sakit (pain) dan rasa senang (pleasure) yang bisa saja tertuang dalam pernyataan misi atau sebagai motor penggerak dalam menjalani kehidupan ini.
Contoh :
Dulu Alung ketika masih duduk sekolah 2 SMP pernah mendapat satu-satunya nilai 4 dalam rapotnya dan terjelek nilainya di kelas. Pain ini sangat membuatnya “kepepet” sehingga dia bertekad bulat tapi nggak berbuat “nekat”, untuk mengejar ketinggalannya lewat kursus bahasa Inggris yang komprehensif setiap hari sehingga mampu mendapatkan nilai 6 pada semester keduanya. Di kelas 3 SMP Alung malah mendapat nilai 7 pada semester 1 dan menutup semester 2 nya di SMP itu dengan nilai 8. Tumbuh atau Growth 100% . Dari nilai 4 menjadi nilai 8, walaupun dengan suatu awal yang tidak baik. Pain berubah menjadi tekad yang membara, semangat yang tak kunjung padam.
Bahkan Oprah Winfrey dalam suatu pertunjukannya pernah ditanya apa yang memotivasi dia sehingga dia menjadi terkenal seperti sekarang ini. Dengan mata terkaca-kaca dan ucapan yang terbata-bata, dia pun menjawab, ”It is pain”.
Rasa sakit akan tinggal di daerah yang tidak memadai atau ingin memperbaiki nasib, yang menurut orang tidak ada pengharapan, rasa itulah yang banyak memotivasi orang untuk bangkit, segera keluar dari kubangan kemiskinan ke kehidupan yang lebih baik termasuk saya juga.
Pain ini berasosiasi dengan masa lalu, para Champion berhasil mengubah rasa sakit yang dialami masa lalunya sebagai motor penggerak semangat untuk memacunya ke tingkat kehidupan lebih baik seperti yang diinginkannya. Para Champion menganggap kegagalan atau sebuah sukses yang tertunda dengan cara mengubah kegagalan menjadi batu loncatan, untuk menjadi pijakan sukses di masa depan. Karena sesungguhnya, kegagalan adalah sebuah proses menuju sukses sejati.
Sekarang kita bicara mengenai pleasure atau kesenangan. Pleasure ini sering dikaitkan dengan iklan-iklan yang sering muncul dalam media TV. Sangat kuat sekali pesannya.
Contoh :
• Makanlah permen ini, maka anda seakan berada di pegunungan Alpen atau Jawa Wijaya yang ada saljunya.
• Ada raksasa di kasih obat batuk, langsung lega rasanya.
• Mengisap rokok merek tertentu rasanya jadi berani, PD abis gitu.
Padahal sukses tidak ada hubungannya dengan seperti yang diiklankan.
Namun yang saya sarankan adalah melihat pleasure lewat promosi perumahan, apatemen, perjalanan wisata, atau wisata kuliner daerah tertentu, paling tidak ini akan mendorong anda untuk bertindak, punya tujuan jangka pendek supaya anda mendapatkan sebuah kebiasaan, dengan reward atau hadiah sebuah perjalanan wisata atau rumah idaman anda sambil menemukan tujuan jangka panjang anda yang sesuai dengan pilihan anda lewat pernyataan misi anda.
Bila anda tidak melakukan tindakan sekarang juga, maka anda memilih untuk menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, maka tingkat taraf kehidupan anda tidak akan pernah berubah.
Berinisiatiflah untuk berubah! Sekarang atau tidak pernah sama sekali.
Now or never.
Masih ada lagi motif yang mendasari orang untuk bertindak melakukan atau menunjukkan sebuah tingkah laku tertentu untuk menciptakan perisitiwa yang akan mengubah kehidupannya.
Motif itu ada dua, yaitu bayangan rasa sakit (pain) dan rasa senang (pleasure) yang bisa saja tertuang dalam pernyataan misi atau sebagai motor penggerak dalam menjalani kehidupan ini.
Contoh :
Dulu Alung ketika masih duduk sekolah 2 SMP pernah mendapat satu-satunya nilai 4 dalam rapotnya dan terjelek nilainya di kelas. Pain ini sangat membuatnya “kepepet” sehingga dia bertekad bulat tapi nggak berbuat “nekat”, untuk mengejar ketinggalannya lewat kursus bahasa Inggris yang komprehensif setiap hari sehingga mampu mendapatkan nilai 6 pada semester keduanya. Di kelas 3 SMP Alung malah mendapat nilai 7 pada semester 1 dan menutup semester 2 nya di SMP itu dengan nilai 8. Tumbuh atau Growth 100% . Dari nilai 4 menjadi nilai 8, walaupun dengan suatu awal yang tidak baik. Pain berubah menjadi tekad yang membara, semangat yang tak kunjung padam.
Bahkan Oprah Winfrey dalam suatu pertunjukannya pernah ditanya apa yang memotivasi dia sehingga dia menjadi terkenal seperti sekarang ini. Dengan mata terkaca-kaca dan ucapan yang terbata-bata, dia pun menjawab, ”It is pain”.
Rasa sakit akan tinggal di daerah yang tidak memadai atau ingin memperbaiki nasib, yang menurut orang tidak ada pengharapan, rasa itulah yang banyak memotivasi orang untuk bangkit, segera keluar dari kubangan kemiskinan ke kehidupan yang lebih baik termasuk saya juga.
Pain ini berasosiasi dengan masa lalu, para Champion berhasil mengubah rasa sakit yang dialami masa lalunya sebagai motor penggerak semangat untuk memacunya ke tingkat kehidupan lebih baik seperti yang diinginkannya. Para Champion menganggap kegagalan atau sebuah sukses yang tertunda dengan cara mengubah kegagalan menjadi batu loncatan, untuk menjadi pijakan sukses di masa depan. Karena sesungguhnya, kegagalan adalah sebuah proses menuju sukses sejati.
Sekarang kita bicara mengenai pleasure atau kesenangan. Pleasure ini sering dikaitkan dengan iklan-iklan yang sering muncul dalam media TV. Sangat kuat sekali pesannya.
Contoh :
• Makanlah permen ini, maka anda seakan berada di pegunungan Alpen atau Jawa Wijaya yang ada saljunya.
• Ada raksasa di kasih obat batuk, langsung lega rasanya.
• Mengisap rokok merek tertentu rasanya jadi berani, PD abis gitu.
Padahal sukses tidak ada hubungannya dengan seperti yang diiklankan.
Namun yang saya sarankan adalah melihat pleasure lewat promosi perumahan, apatemen, perjalanan wisata, atau wisata kuliner daerah tertentu, paling tidak ini akan mendorong anda untuk bertindak, punya tujuan jangka pendek supaya anda mendapatkan sebuah kebiasaan, dengan reward atau hadiah sebuah perjalanan wisata atau rumah idaman anda sambil menemukan tujuan jangka panjang anda yang sesuai dengan pilihan anda lewat pernyataan misi anda.
Bila anda tidak melakukan tindakan sekarang juga, maka anda memilih untuk menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, maka tingkat taraf kehidupan anda tidak akan pernah berubah.
Berinisiatiflah untuk berubah! Sekarang atau tidak pernah sama sekali.
Now or never.
3B. Inilah Kehidupanku
Dan sekarang saya memilih untuk menjadi sutradara film itu sendiri dan berikut ini adalah pernyataan misi nya :
Misi saya adalah untuk hidup dengan integritas dan berkontribusi positif di dalam kehidupan diri sendiri dan orang lain.
Untuk memenuhi misi tersebut :
• Saya memberi kepada orang lain : Saya selalu berbuat kebaikan kepada orang lain, bila hal itu ada pada saya, lepas dari situasi apapun.
• Saya berkomitmen : Saya mencurahkan waktu, bakat dan sumber daya saya untuk memenuhi misi saya.
• Saya membangkitkan semangat : Saya mengajar melalui contoh bahwa kita dilahirkan untuk menjadi seorang CHAMPION
(Cantik Karakternya, Harmoni, Andal, Mandiri, Prestasi, Inisiatif, Orisinil, Natural).
Ada hikmah dibalik setiap peristiwa dan ada solusi disetiap tantangan kehidupan.
• Saya berkontribusi positif : Apa yang saya kerjakan membuat perubahan kearah yang lebih baik bagi kehidupan ini.
Peran-peran ini yang merupakan prioritas dalam mencapai misi saya :
• Suami. Pasangan saya adalah orang yang terpenting di dalam hidup saya. Bersama-sama kami menyokong buah-buah dari cinta, harmoni, penghargaan diri, kerajinan, amal dan penghematan.
• Ayah. Saya membantu anak-anak saya mengalami kebahagiaan yang lebih besar di dalam hidup mereka secara konsisten.
• Putra / Saudara. Saya selalu siap menbantu dan mencintai.
• Pribadi Champion. Saya dapat diandalkan untuk menepati janji saya dan melayani sesama dengan baik.
• Pelanggan. Perilaku Champion dapat dilihat lewat perbuatan saya terhadap orang lain. Orang diluar diri saya, adalah pelanggan saya.
• Agen Perubahan. Saya menjadi seorang pelatih atau “Coach” untuk mengembangkan prestasi tinggi di dalam diri, keluarga, organisasi dan masyarakat.
• Pelajar. Saya belajar hal-hal yang baru dan penting setiap hari.
• Penulis. Saya akan memberikan dedikasi untuk memberikan warisan berupa penulisan yang cerdas, memikat dan memberikan cakrawala baru.
Pernyataan misi lah yang membuat kita dapat menentukan berbagai peristiwa dalam hidup kita. Kita dapat berinisiatif untuk melakukan perubahan dengan menentukan peristiwa apa kita dapat mengambil peran didalamnya.
Bila dimasa lalu anda telah membiarkan nasib anda berlalu begitu saja, maka anda mempunyai kemampuan untuk menentukan hasil yang anda inginkan dengan cara menentukan sendiri peran anda sebagai masukan, mengelolanya lewat sebuah proses untuk masa depan anda sendiri.
Pernyataan Misi
Misi saya adalah untuk hidup dengan integritas dan berkontribusi positif di dalam kehidupan diri sendiri dan orang lain.
Untuk memenuhi misi tersebut :
• Saya memberi kepada orang lain : Saya selalu berbuat kebaikan kepada orang lain, bila hal itu ada pada saya, lepas dari situasi apapun.
• Saya berkomitmen : Saya mencurahkan waktu, bakat dan sumber daya saya untuk memenuhi misi saya.
• Saya membangkitkan semangat : Saya mengajar melalui contoh bahwa kita dilahirkan untuk menjadi seorang CHAMPION
(Cantik Karakternya, Harmoni, Andal, Mandiri, Prestasi, Inisiatif, Orisinil, Natural).
Ada hikmah dibalik setiap peristiwa dan ada solusi disetiap tantangan kehidupan.
• Saya berkontribusi positif : Apa yang saya kerjakan membuat perubahan kearah yang lebih baik bagi kehidupan ini.
Peran-peran ini yang merupakan prioritas dalam mencapai misi saya :
• Suami. Pasangan saya adalah orang yang terpenting di dalam hidup saya. Bersama-sama kami menyokong buah-buah dari cinta, harmoni, penghargaan diri, kerajinan, amal dan penghematan.
• Ayah. Saya membantu anak-anak saya mengalami kebahagiaan yang lebih besar di dalam hidup mereka secara konsisten.
• Putra / Saudara. Saya selalu siap menbantu dan mencintai.
• Pribadi Champion. Saya dapat diandalkan untuk menepati janji saya dan melayani sesama dengan baik.
• Pelanggan. Perilaku Champion dapat dilihat lewat perbuatan saya terhadap orang lain. Orang diluar diri saya, adalah pelanggan saya.
• Agen Perubahan. Saya menjadi seorang pelatih atau “Coach” untuk mengembangkan prestasi tinggi di dalam diri, keluarga, organisasi dan masyarakat.
• Pelajar. Saya belajar hal-hal yang baru dan penting setiap hari.
• Penulis. Saya akan memberikan dedikasi untuk memberikan warisan berupa penulisan yang cerdas, memikat dan memberikan cakrawala baru.
Pernyataan misi lah yang membuat kita dapat menentukan berbagai peristiwa dalam hidup kita. Kita dapat berinisiatif untuk melakukan perubahan dengan menentukan peristiwa apa kita dapat mengambil peran didalamnya.
Bila dimasa lalu anda telah membiarkan nasib anda berlalu begitu saja, maka anda mempunyai kemampuan untuk menentukan hasil yang anda inginkan dengan cara menentukan sendiri peran anda sebagai masukan, mengelolanya lewat sebuah proses untuk masa depan anda sendiri.
3A. Batu besar dalam hidup kita
Saya ingin membahas “batu besar” dalam hidup kita yang mungkin menghalangi potensi hidup kita lewat sebuah ilustrasi yang berjudul “Gajah Sirkus” berikut ini:
Gajah Sirkus
Seseorang melihat sebuah pertunjukan sirkus dan melihat betapa hebatnya atraksi seekor gajah berlaga, mulai dari kepintaran melewati rintangan manusia tanpa menginjak orangnya sampai kemamapuannya membawa beberapa balok kayu dan orang untuk menunjukkan sebuah atraksi yang hebat dalam sebuah sirkus.
Begitu ingin tahunya orang itu, sampai dia mengikuti gajah tersebut beserta pawangnya seusai pertunjukan sirkus tersebut. Dalam pandangan pikirannya, selesai pertunjukan, sang Gajah akan langsung dimasukkan ke dalam sebuah kandang, dan dia ingin melihat sebesar apakah kandang gajah tersebut.
Ternyata, sambil menunggu pertunjukkan berikutnya, sang gajah tidak dimasukkan ke dalam kandang, melainkan hanya ditambatkan sebuah patok kayu besar sepanjang satu meter saja. Hal ini sangat mengejutkan dia, oleh karena itu dia bertanya kepada pawang gajah itu mengapa sang gajah tidak melarikan diri dan tunduk pada sebuah patok kayu itu yang seharusnya dengan mudah dengan sekali hentakan saja akan melontarkan patok kayu itu dan sang gajah pun bebas lepas untuk bergerak kea rah manapun yang ingin dia tuju.
“Champion sekali pertanyaan anda, “jawab si pawang. Gajah itu dapat saya kendalikan karena sejak kecil saya sudah mengikatnya disana. Pada awalnya dia meronta-ronta dan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan itu dan ternyata sang gajah kecil itu tidak mampu. Sejak saat itu, gajah kecil yang sekarang telah bertumbung dan berkembang sebesar ini tidak mau lagi mencoba melepaskan diri dari ikatan itu, sehingga saya dapat memarkir gajah itu untuk sementara waktu sebelum dia kembali ke kandangnya.
“Gajah itu hanya mampu pada apa yang telah saya latihkan kepadanya yaitu melewati rintangan manusia dan atraksi yang memukau lainnya yang telah saya ajarkan kepadanya, kecuali mematahkan patok itu” jelas si Pawang gajah.
Demikian juga kita, bila sejak kecil kita sudah banyak mengalami kegagalan demi kegagalan bahkan sudah menjadi trauma, maka kita akan mengalami banyak kesulitan untuk meraih apa yang kita ingingkan dalam hidup ini. Kita tidak mau berusaha untuk mencoba lagi.
Anda mungkin bertanya darimana asalnya ketakutan itu?
Ketakutan itu muncul lewat hal-hal negative yang pernah dialami, sehingga seseorang menjadi takut gagal. Disinilah awal siklusnya. Rasa takut itu berkembang menjadi seseorang tidak mau mengambil tindakan sehingga dia tidak mempunyai pengalaman, baik itu berupa kesalahan atau tindakan benar yang dapat memotivasi seseorang. Bila seseorang tidak mempunyai pengalaman dapat dipastikan dia tidak mempunyai kemampuan dan sebagai hasil akhir kematangan siklus ini dia kembali menimbulkan ketakutan yang secara permanen.
Hanya satu jawabannya. Ketakutan itu terkadang hanya ada di dalam pikiran kita. Kabar baiknya adalah tindakan mengalahkan ketakutan. Saya sangat menyarankan dalam hal kondisi yang tidak pasti ini, tetap lakukan suatu tindakan, sebuah langkah maju dalam kehidupan, entah itu salah, keliru, hasilnya tidak maksimal, minimal kita mempunyai sebuah keberanian untuk bergerak apalagi menuju sasaran yang telah kita inginkan.
Oleh karena itu saya kembali ingin membahas masalah inisiatif ini sesuai dengan prinsip Tanam Tuai, dimana para Champion memandang kehidupan ini masih dengan menggunakan rumus yang sama sebagai berikut :
Peristiwa + Respon = Outcome (hasil yang diinginkan)
Anda tidak akan mungkin mencapai hasil yang diinginkan hanya jika terpaku pada respon saja. Memang bila terjadi sesuatu hal di luar hal-hal yang telah anda perkirakan, respon lah senjata terakhir kita untuk mengurangi resiko kerugian kita atau hasil yang kita dapatkan menjadi berkurang tidak seperti yang diinginkan.
Oleh karena itu, anda harus mengambil tindakan untuk mengubah peristiwa dimana area itu masih dalam kendali anda lewat sebuah perencanaan atau “pernyataan misi”.
Karena apapun latar belakang anda, semua orang bisa sukses. Menjadi pribadi yang Champion. Semua perjalanan hidup manusia itu terangkum dalam sebuah judul film kehidupan. Hanya ada dua hal tidak dapat anda ubah dalam hidup ini yaitu dimana anda dilahirkan, dan dengan orang tua mana anda ingin dilahirkan.
Setiap orang mempunyai peran dalam film itu. Apakah itu menjadi sutradara, peran utama, peran pembantu, figuran, tukang shoting film, bagian lighting, tukang kabel atau tukang kerek film. Mau jadi produser, penulis naskah, penonton, kritikus, komentator, atau apa saja.
Terserah.
Judul film itu adalah “It’s my life”. Ini adalah kehidupanku.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Gajah Sirkus
Seseorang melihat sebuah pertunjukan sirkus dan melihat betapa hebatnya atraksi seekor gajah berlaga, mulai dari kepintaran melewati rintangan manusia tanpa menginjak orangnya sampai kemamapuannya membawa beberapa balok kayu dan orang untuk menunjukkan sebuah atraksi yang hebat dalam sebuah sirkus.
Begitu ingin tahunya orang itu, sampai dia mengikuti gajah tersebut beserta pawangnya seusai pertunjukan sirkus tersebut. Dalam pandangan pikirannya, selesai pertunjukan, sang Gajah akan langsung dimasukkan ke dalam sebuah kandang, dan dia ingin melihat sebesar apakah kandang gajah tersebut.
Ternyata, sambil menunggu pertunjukkan berikutnya, sang gajah tidak dimasukkan ke dalam kandang, melainkan hanya ditambatkan sebuah patok kayu besar sepanjang satu meter saja. Hal ini sangat mengejutkan dia, oleh karena itu dia bertanya kepada pawang gajah itu mengapa sang gajah tidak melarikan diri dan tunduk pada sebuah patok kayu itu yang seharusnya dengan mudah dengan sekali hentakan saja akan melontarkan patok kayu itu dan sang gajah pun bebas lepas untuk bergerak kea rah manapun yang ingin dia tuju.
“Champion sekali pertanyaan anda, “jawab si pawang. Gajah itu dapat saya kendalikan karena sejak kecil saya sudah mengikatnya disana. Pada awalnya dia meronta-ronta dan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan itu dan ternyata sang gajah kecil itu tidak mampu. Sejak saat itu, gajah kecil yang sekarang telah bertumbung dan berkembang sebesar ini tidak mau lagi mencoba melepaskan diri dari ikatan itu, sehingga saya dapat memarkir gajah itu untuk sementara waktu sebelum dia kembali ke kandangnya.
“Gajah itu hanya mampu pada apa yang telah saya latihkan kepadanya yaitu melewati rintangan manusia dan atraksi yang memukau lainnya yang telah saya ajarkan kepadanya, kecuali mematahkan patok itu” jelas si Pawang gajah.
Demikian juga kita, bila sejak kecil kita sudah banyak mengalami kegagalan demi kegagalan bahkan sudah menjadi trauma, maka kita akan mengalami banyak kesulitan untuk meraih apa yang kita ingingkan dalam hidup ini. Kita tidak mau berusaha untuk mencoba lagi.
Anda mungkin bertanya darimana asalnya ketakutan itu?
Ketakutan itu muncul lewat hal-hal negative yang pernah dialami, sehingga seseorang menjadi takut gagal. Disinilah awal siklusnya. Rasa takut itu berkembang menjadi seseorang tidak mau mengambil tindakan sehingga dia tidak mempunyai pengalaman, baik itu berupa kesalahan atau tindakan benar yang dapat memotivasi seseorang. Bila seseorang tidak mempunyai pengalaman dapat dipastikan dia tidak mempunyai kemampuan dan sebagai hasil akhir kematangan siklus ini dia kembali menimbulkan ketakutan yang secara permanen.
Hanya satu jawabannya. Ketakutan itu terkadang hanya ada di dalam pikiran kita. Kabar baiknya adalah tindakan mengalahkan ketakutan. Saya sangat menyarankan dalam hal kondisi yang tidak pasti ini, tetap lakukan suatu tindakan, sebuah langkah maju dalam kehidupan, entah itu salah, keliru, hasilnya tidak maksimal, minimal kita mempunyai sebuah keberanian untuk bergerak apalagi menuju sasaran yang telah kita inginkan.
Oleh karena itu saya kembali ingin membahas masalah inisiatif ini sesuai dengan prinsip Tanam Tuai, dimana para Champion memandang kehidupan ini masih dengan menggunakan rumus yang sama sebagai berikut :
Peristiwa + Respon = Outcome (hasil yang diinginkan)
Anda tidak akan mungkin mencapai hasil yang diinginkan hanya jika terpaku pada respon saja. Memang bila terjadi sesuatu hal di luar hal-hal yang telah anda perkirakan, respon lah senjata terakhir kita untuk mengurangi resiko kerugian kita atau hasil yang kita dapatkan menjadi berkurang tidak seperti yang diinginkan.
Oleh karena itu, anda harus mengambil tindakan untuk mengubah peristiwa dimana area itu masih dalam kendali anda lewat sebuah perencanaan atau “pernyataan misi”.
Karena apapun latar belakang anda, semua orang bisa sukses. Menjadi pribadi yang Champion. Semua perjalanan hidup manusia itu terangkum dalam sebuah judul film kehidupan. Hanya ada dua hal tidak dapat anda ubah dalam hidup ini yaitu dimana anda dilahirkan, dan dengan orang tua mana anda ingin dilahirkan.
Setiap orang mempunyai peran dalam film itu. Apakah itu menjadi sutradara, peran utama, peran pembantu, figuran, tukang shoting film, bagian lighting, tukang kabel atau tukang kerek film. Mau jadi produser, penulis naskah, penonton, kritikus, komentator, atau apa saja.
Terserah.
Judul film itu adalah “It’s my life”. Ini adalah kehidupanku.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
2D.Nama Baik
Anda boleh memiliki rumah, mobil, perhiasan, apartemen dan sederetan barang berharga dibumi ini lebih dari satu. Namun anda punya satu nama, yaitu nama baik.
Saya ingin bahwa ketika saya kembali menghadap sang Pencipta, banyak orang akan mengatakan :
”Disini terbaring orang yang telah meninggalkan kita terlebih dulu dengan semangat Champion nya yang telah menginspirasi dan memberikan nilai tambah banyak orang lewat tulisan, pelatihan dan ceramah motivasi.”
Dan tertulis diatas batu nisan bernama :
Surya Rachmannuh
1970 – 20XX
The ”Champion” Leader
Bila saya dilahirkan “asli” ke dunia ini dari kandungan ibu saya, maka saya pun akan kembali dengan bangga menjadi diri saya sendiri yang “asli” juga, apa adanya kepangkuanNya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Saya ingin bahwa ketika saya kembali menghadap sang Pencipta, banyak orang akan mengatakan :
”Disini terbaring orang yang telah meninggalkan kita terlebih dulu dengan semangat Champion nya yang telah menginspirasi dan memberikan nilai tambah banyak orang lewat tulisan, pelatihan dan ceramah motivasi.”
Dan tertulis diatas batu nisan bernama :
Surya Rachmannuh
1970 – 20XX
The ”Champion” Leader
Bila saya dilahirkan “asli” ke dunia ini dari kandungan ibu saya, maka saya pun akan kembali dengan bangga menjadi diri saya sendiri yang “asli” juga, apa adanya kepangkuanNya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
2C. Panggilan hidup
Saya merasakan tidak mudah untuk mendapatkan sebuah profesi yang menjadi panggilan hidup. Terasa ada yang kurang dalam hidup ini bila belum memberikan kontribusi positif bagi orang lain, keluarga, masyarakat dan Indonesia.
Hidup ini hanya sekali, dan saya ingin memberikan warisan bagi dunia ini. Yang positif tentu saja.
Oleh karena itu saya memberikan sebuah dorongan bagi anda. Anda dapat mencari sebuah kegiatan apa yang paling anda sukai sehingga anda bisa fokus, ada kebahagiaan, sebuah semangat berkobar yang kuat bahkan terkadang kita tidak begitu memperhatikan berapa besar keuntungan dalam bentuk keuangan dan kesuksesan yang dapat kita peroleh lewat profesi itu.
Kerjakan apa yang anda cintai, dan cintailah apa yang sudah anda kerjakan.
Bila anda menemukan sendiri hasrat hidup anda kembali, saya percaya bahwa bila kita memampukan diri kita lebih dulu maka rejeki akan ikut dengan sendirinya.
Sekarang, bagaimana dengan saya sendiri mengenai sebuah panggilan hidup? Sebagai motivasi tertinggi yang berasal dalam diri seseorang?
Eureka, saya menemukannya.
Panggilan dalam hidup saya sekarang sudah lengkap menjadi seorang penulis, pelatih dan pembicara.
Bagi saya, saya menemukan sebuah profesi sebagai penulis, pelatih dan pembicara adalah sebuah kebahagiaan hidup saya. Dan ada sebuah hal yang sangat penting didalam menjalani profesi saya yaitu REPUTASI, sebuah nama baik yang akan dikenang sepanjang masa.
Anda jangan kaget. Saya terinspirasi menjadi penulis ketika membaca penawaran sekolah penulis pembelajar yang kira-kira berbunyi seperti ini :
“… menulis adalah sebuah warisan yang termulia dalam hidup ini.”
Bahkan dalam gathering tanggal 28 Agustus 2009, dimana saya bahkan belum memulai sama sekali penulisan buku ini, Bapak Jansen H. Sinamo memberikan kesaksian bahwa di dalam pengalaman hidupnya bahwa Bangunan Mesir yang ribuan tahun berdiri saja kalah dengan sebuah warisan “10 Perintah ALLAH” yang diterima oleh Nabi Musa.
Pernyataan ini sangat mengena dalam sekali sehingga menimbulkan motif yang sangat kuat bagi saya.
Menulis tidak hanya sebagai sebuah “dosa” besar, begitu sebutannya bagi kami para alumni Writer Schoolen yang belum menulis buku. Menulis adalah suatu hal yang saya rindukan sekian lama namun tidak tahu bagaimana caranya.
Menulis juga menjadi sebuah sebuah profesi baru setelah menjadi Pelatih dan Pembicara. Jadi tidak lengkap rasanya kalau belum menulis sebuah buku.
Menjadi seorang penulis, pelatih dan pembicara adalah sebuah panggilan hidup. Sebuah nilai luhur dalam diri kita, dimana kita mempunyai amanah dan tanggung jawab pribadi dan profesi kita yang bila kita jalankan, kita mendapatkan sebuah kepuasan batin akan sebuah jawaban hidup kita.
Bila ada pepatah berkata :
Harimau mati meninggalkan belang,
Nama yang baik tentunya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Hidup ini hanya sekali, dan saya ingin memberikan warisan bagi dunia ini. Yang positif tentu saja.
Oleh karena itu saya memberikan sebuah dorongan bagi anda. Anda dapat mencari sebuah kegiatan apa yang paling anda sukai sehingga anda bisa fokus, ada kebahagiaan, sebuah semangat berkobar yang kuat bahkan terkadang kita tidak begitu memperhatikan berapa besar keuntungan dalam bentuk keuangan dan kesuksesan yang dapat kita peroleh lewat profesi itu.
Kerjakan apa yang anda cintai, dan cintailah apa yang sudah anda kerjakan.
Bila anda menemukan sendiri hasrat hidup anda kembali, saya percaya bahwa bila kita memampukan diri kita lebih dulu maka rejeki akan ikut dengan sendirinya.
Sekarang, bagaimana dengan saya sendiri mengenai sebuah panggilan hidup? Sebagai motivasi tertinggi yang berasal dalam diri seseorang?
Eureka, saya menemukannya.
Panggilan dalam hidup saya sekarang sudah lengkap menjadi seorang penulis, pelatih dan pembicara.
Bagi saya, saya menemukan sebuah profesi sebagai penulis, pelatih dan pembicara adalah sebuah kebahagiaan hidup saya. Dan ada sebuah hal yang sangat penting didalam menjalani profesi saya yaitu REPUTASI, sebuah nama baik yang akan dikenang sepanjang masa.
Anda jangan kaget. Saya terinspirasi menjadi penulis ketika membaca penawaran sekolah penulis pembelajar yang kira-kira berbunyi seperti ini :
“… menulis adalah sebuah warisan yang termulia dalam hidup ini.”
Bahkan dalam gathering tanggal 28 Agustus 2009, dimana saya bahkan belum memulai sama sekali penulisan buku ini, Bapak Jansen H. Sinamo memberikan kesaksian bahwa di dalam pengalaman hidupnya bahwa Bangunan Mesir yang ribuan tahun berdiri saja kalah dengan sebuah warisan “10 Perintah ALLAH” yang diterima oleh Nabi Musa.
Pernyataan ini sangat mengena dalam sekali sehingga menimbulkan motif yang sangat kuat bagi saya.
Menulis tidak hanya sebagai sebuah “dosa” besar, begitu sebutannya bagi kami para alumni Writer Schoolen yang belum menulis buku. Menulis adalah suatu hal yang saya rindukan sekian lama namun tidak tahu bagaimana caranya.
Menulis juga menjadi sebuah sebuah profesi baru setelah menjadi Pelatih dan Pembicara. Jadi tidak lengkap rasanya kalau belum menulis sebuah buku.
Menjadi seorang penulis, pelatih dan pembicara adalah sebuah panggilan hidup. Sebuah nilai luhur dalam diri kita, dimana kita mempunyai amanah dan tanggung jawab pribadi dan profesi kita yang bila kita jalankan, kita mendapatkan sebuah kepuasan batin akan sebuah jawaban hidup kita.
Bila ada pepatah berkata :
Harimau mati meninggalkan belang,
Gajah mati meninggalkan gading,
Manusia mati meninggalkan nama.
Nama yang baik tentunya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
2B. Mencari di dalam diri
Pribadi yang tidak CHAMPION mencari sesuatu hal di luar diri mereka. Namun sebelum saya melanjutkan hal itu, saya kembali akan memberikan sebuah ilustrasi berikut ini.
Suatu sore menjelang maghrib, tetangga Nasrudin melihat sebuah pemandangan yang tidak lazim. Nasrudin sedang jongkok di halaman rumput depan rumahnya sedang mencari sesuatu yang hilang.
Maka bertanyalah tetangga itu kepada Nasrudin.
“Apa yang sedang kamu cari, Nas,” tanya tetangga Nasrudin.
“Cincin,” jawab Nasrudin.
Langsung saja tetangga Nasrudin ikut membantu mencari cincin Nasrudin yang hilang itu.
Setelah beberapa saat dan pinggang tetangga Nasrudin pun mulai terasa kesemutan, tetangga itu teringat untuk menanyakan kepada Nasrudin, dimana kira-kira letak jatuhnya cincin itu.
“Maaf Nas, kira-kira dimana letak jatuhnya cincin itu, Nas?” tanya tetangga Nasrudin.
Dan Nasrudin dengan enteng menjawab
“Dirumah,” jawab Nasrudin.
“Dirumah? Mengapa kamu mencarinya di halaman depan rumah, Nas?” Balas tetangga Nasrudin.
“Karena diluarkan lebih terang,” jawab Nasrudin.
Kira-kira demikianlah cara kebanyakan orang di dalam menjalani kehidupan ini. Mereka mencari kebahagiaan hidup diluar diri mereka, bukan di dalam diri mereka karena tidak mudah untuk menyelami diri kita sendiri. Butuh kejujuran dan pengakuan atas eksistensi hidup kita dan menerima diri kita apa adanya serta mengatur jalan pikiran anda mengenai konsep diri dan kebahagiaan anda sendiri.
Banyak orang mengejar sukses dan keuangan semata namun hidupnya tidak bahagia, ada yang bahagia hidupnya namun secara materi tidak berkecukupan. Namun anda jangan sampai melupakan yang satu ini di dalam mengajar kebahagiaan dalam hidup ini yaitu mencintai diri anda sendiri. Itulah cinta terbesar anda dalam hidup ini.
Bagaimana mungkin orang yang mengaku mempunyai banyak cinta tapi dia sendiri kering di dalam. Seperti pandangan si ibu dengan menyikapi gelas yang setengah penuh, pandangan yang optimis, kita harus berusaha untuk memenuhi kebahagiaan dalam diri dulu barulah kebahagiaan itu melimpah ruah ke orang lain sekitar dalam bentuk kepedulian sosial.
Terkadang dalam banyak permintaan kita dalam dunia ini terasa “kekanak-kanakan” bila anda minta kebahagiaan anda terlebih dahulu, terkesan egois, padahal itu adalah kunci utama dalam hidup ini.
Mintalah kebahagiaan kepada yang mempunyai kepada ALLAH sumber kebahagiaan kita yang akan memampukan kita mencintai diri kita apa adanya, dan terpancar lewat wajah kita, tidak perlu meminta manusia lain untuk memeriksa apakah “aura” kita, cukup dengan sebuah eksplorasi penerimaan diri kita dan lewat ucapan syukur dan ibadah, kita dimungkinkan menemukan jati diri kita dan panggilan hidup kita yang sesungguhnya.
Pernahkah juga anda mendapat penerangan atas prosedur penyelematan darurat di pesawat udara ketika ada tekanan udara di kabin pesawat meningkat dan masker yang berisi oksigen di keluarkan?
Kita sangat disarankan untuk memakai masker oksigen itu dulu secepatnya, supaya kita dapat membantu anak kita, kerabat kita yang belum terbiasa menggunakan masker oksigen.
Jadi temukan jati diri anda dulu, maka pandangan anda terhadap dunia ini akan berubah.
Ada seorang ayah yang harus menjaga anak perempuannya karena istri dan pembantunya berbelanja ke pasar. Sang ayah sedang bertugas menyelesaikan pekerjaannya sedangkan anaknya menuntut perhatian untuk ditemani bermain.
Alih-alih minta ditemani terus, sang ayah mengambil sebuah majalah dan mendapatkan sebuah puzzle jalur sebuah peta Indonesia lewat sebuah majalah penerbangan dan ayah itu pun mendapat ide, segera mengambil gunting dan berkata kepada anaknya.
“Nak, sekarang kita melakukan pelajaran gunting menggunting ya. Lihat ini adalah peta Indonesia, dan ini papa gunting menjadi 16 bagian ya, nanti kamu susun kembali menjadi peta ya.” Kata sang ayah.
Setelah bagian peta Indonesia itu terbagi menjadi 16 bagian, maka diacaklah potongan kertas itu. Sang ayah tersenyum puas, pengharapannya adalah bahwa anaknya akan mempunyai permainan yang cukup memakan waktu sementara dia dapat menyelesaikan tugasnya.
Namun tak sampai 10 menit, sang anak sudah kembali ke papanya dan berkata “Sudah selesai”. Dan sang ayah pun terkejut ketika memeriksa hasil anaknya dan bertanya dalam hati, kok bisa ya secepat itu, dan dia pun bertanya kepada anaknya bagaimana secepat itu di selesaikan permainan itu.
Dengan sang anak pun berkata,”Ayah, saya pun mengalami kesulitan pada waktu pertama kali menghadapi permainan ini. Namun ketika dipelajari saya menemukan gambar sebuah mata “kaka cantik”, lalu saya menemukan satu lagi gamba mata. Dari sana saya mencari padanannya sehingga membentuk wajah, dan bagian tubuh lainnya utuh menjadi sebuah gambar. Setelah itu saya balik gambar itu, sehingga membentuk peta Indonesia seperti yang ayah berikan soalnya kepada saya.
Jadi, bila mengubah pandangan kita terhadap segala persoalan yang ada dalam dunia ini maka dengan sendirinya akan terbentuk peta jalan kehidupan kita secara menyeluruh. Apa yang kita butuhkan, rasa cinta diri dan ingin berbagi kepada orang lain, saling menghargai, empati atau peduli terhadap sesama, mau mendengarkan orang lain, dan rendah hati di dalam menjalani kehidupan sebagai bagian yang terpisahkan dalam rangkaian episode kehidupan kita.
Oleh karena itu saya juga ingin membantu anda dan diri saya juga lewat sebuah refleksi atas diri dan segala pencapaian prestasi, pertumbuhan dan perkembangan diri lewat sebuah renungan berikut ini :
Ketika anda mendapatkan bahwa anda sudah mencapai kesuksesan yang mengagumkan bahkan dunia menjadikan anda “Bintang” pada hari itu….
Setelah peristiwa itu, pergilah ke ruangan anda, ke depan meja rias kamar anda dan lihatlah cermin yang ada diatas meja rias anda. Perhatikan dengan seksama dan renungkanlah apa yang akan dia katakan kepada anda.
Dia bukan ayah, ibu, istri atau suami anda. Dia lah kompas hidup anda, yang menentukan jalan hidup anda sendiri. Karena yang memberitahukan kepada anda, benar atau kelirunya perjalanann dalam kehidupan anda, dia-lah yang sedang berhadapan dengan anda di balik cermin itu.
Anda mungkin merasa telah mempunyai kekayaan bahkan terasa memiliki dunia ini dan berpikir anda adalah orang yang sangat luar biasa suksesnya, namun bila dia, insan yang didalam cermin itu mengatakan bahwa anda sesungguhnya adalah seorang aktor besar yang pandai memainkan peran saja dan jika anda tiba-tiba tertunduk, tidak mampu melihat lurus matanya dengan tegak, anda sedang berada dalam sebuah ”refleksi” kehidupan.
Dunia boleh mengatakan bahwa anda adalah yang terbaik bahkan anda pun boleh mengatakan bahwa seluruh dunia itu sebenarnya sudah terfokus pada penampilan luar anda yang begitu luar biasa, anda mendapatkan sanjungan, tepuk tangan yang luar bisa ketika anda mencapai kesuksesan. Namun hasil akhir anda pasti akan sangat melukakan dan menyedihkan, bila anda telah menipu dia yang berada di dalam cermin itu.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Cincin Nasrudin yang hilang
Suatu sore menjelang maghrib, tetangga Nasrudin melihat sebuah pemandangan yang tidak lazim. Nasrudin sedang jongkok di halaman rumput depan rumahnya sedang mencari sesuatu yang hilang.
Maka bertanyalah tetangga itu kepada Nasrudin.
“Apa yang sedang kamu cari, Nas,” tanya tetangga Nasrudin.
“Cincin,” jawab Nasrudin.
Langsung saja tetangga Nasrudin ikut membantu mencari cincin Nasrudin yang hilang itu.
Setelah beberapa saat dan pinggang tetangga Nasrudin pun mulai terasa kesemutan, tetangga itu teringat untuk menanyakan kepada Nasrudin, dimana kira-kira letak jatuhnya cincin itu.
“Maaf Nas, kira-kira dimana letak jatuhnya cincin itu, Nas?” tanya tetangga Nasrudin.
Dan Nasrudin dengan enteng menjawab
“Dirumah,” jawab Nasrudin.
“Dirumah? Mengapa kamu mencarinya di halaman depan rumah, Nas?” Balas tetangga Nasrudin.
“Karena diluarkan lebih terang,” jawab Nasrudin.
Kira-kira demikianlah cara kebanyakan orang di dalam menjalani kehidupan ini. Mereka mencari kebahagiaan hidup diluar diri mereka, bukan di dalam diri mereka karena tidak mudah untuk menyelami diri kita sendiri. Butuh kejujuran dan pengakuan atas eksistensi hidup kita dan menerima diri kita apa adanya serta mengatur jalan pikiran anda mengenai konsep diri dan kebahagiaan anda sendiri.
Banyak orang mengejar sukses dan keuangan semata namun hidupnya tidak bahagia, ada yang bahagia hidupnya namun secara materi tidak berkecukupan. Namun anda jangan sampai melupakan yang satu ini di dalam mengajar kebahagiaan dalam hidup ini yaitu mencintai diri anda sendiri. Itulah cinta terbesar anda dalam hidup ini.
Bagaimana mungkin orang yang mengaku mempunyai banyak cinta tapi dia sendiri kering di dalam. Seperti pandangan si ibu dengan menyikapi gelas yang setengah penuh, pandangan yang optimis, kita harus berusaha untuk memenuhi kebahagiaan dalam diri dulu barulah kebahagiaan itu melimpah ruah ke orang lain sekitar dalam bentuk kepedulian sosial.
Terkadang dalam banyak permintaan kita dalam dunia ini terasa “kekanak-kanakan” bila anda minta kebahagiaan anda terlebih dahulu, terkesan egois, padahal itu adalah kunci utama dalam hidup ini.
Mintalah kebahagiaan kepada yang mempunyai kepada ALLAH sumber kebahagiaan kita yang akan memampukan kita mencintai diri kita apa adanya, dan terpancar lewat wajah kita, tidak perlu meminta manusia lain untuk memeriksa apakah “aura” kita, cukup dengan sebuah eksplorasi penerimaan diri kita dan lewat ucapan syukur dan ibadah, kita dimungkinkan menemukan jati diri kita dan panggilan hidup kita yang sesungguhnya.
Pernahkah juga anda mendapat penerangan atas prosedur penyelematan darurat di pesawat udara ketika ada tekanan udara di kabin pesawat meningkat dan masker yang berisi oksigen di keluarkan?
Kita sangat disarankan untuk memakai masker oksigen itu dulu secepatnya, supaya kita dapat membantu anak kita, kerabat kita yang belum terbiasa menggunakan masker oksigen.
Jadi temukan jati diri anda dulu, maka pandangan anda terhadap dunia ini akan berubah.
Peta Indonesia
Ada seorang ayah yang harus menjaga anak perempuannya karena istri dan pembantunya berbelanja ke pasar. Sang ayah sedang bertugas menyelesaikan pekerjaannya sedangkan anaknya menuntut perhatian untuk ditemani bermain.
Alih-alih minta ditemani terus, sang ayah mengambil sebuah majalah dan mendapatkan sebuah puzzle jalur sebuah peta Indonesia lewat sebuah majalah penerbangan dan ayah itu pun mendapat ide, segera mengambil gunting dan berkata kepada anaknya.
“Nak, sekarang kita melakukan pelajaran gunting menggunting ya. Lihat ini adalah peta Indonesia, dan ini papa gunting menjadi 16 bagian ya, nanti kamu susun kembali menjadi peta ya.” Kata sang ayah.
Setelah bagian peta Indonesia itu terbagi menjadi 16 bagian, maka diacaklah potongan kertas itu. Sang ayah tersenyum puas, pengharapannya adalah bahwa anaknya akan mempunyai permainan yang cukup memakan waktu sementara dia dapat menyelesaikan tugasnya.
Namun tak sampai 10 menit, sang anak sudah kembali ke papanya dan berkata “Sudah selesai”. Dan sang ayah pun terkejut ketika memeriksa hasil anaknya dan bertanya dalam hati, kok bisa ya secepat itu, dan dia pun bertanya kepada anaknya bagaimana secepat itu di selesaikan permainan itu.
Dengan sang anak pun berkata,”Ayah, saya pun mengalami kesulitan pada waktu pertama kali menghadapi permainan ini. Namun ketika dipelajari saya menemukan gambar sebuah mata “kaka cantik”, lalu saya menemukan satu lagi gamba mata. Dari sana saya mencari padanannya sehingga membentuk wajah, dan bagian tubuh lainnya utuh menjadi sebuah gambar. Setelah itu saya balik gambar itu, sehingga membentuk peta Indonesia seperti yang ayah berikan soalnya kepada saya.
Jadi, bila mengubah pandangan kita terhadap segala persoalan yang ada dalam dunia ini maka dengan sendirinya akan terbentuk peta jalan kehidupan kita secara menyeluruh. Apa yang kita butuhkan, rasa cinta diri dan ingin berbagi kepada orang lain, saling menghargai, empati atau peduli terhadap sesama, mau mendengarkan orang lain, dan rendah hati di dalam menjalani kehidupan sebagai bagian yang terpisahkan dalam rangkaian episode kehidupan kita.
Oleh karena itu saya juga ingin membantu anda dan diri saya juga lewat sebuah refleksi atas diri dan segala pencapaian prestasi, pertumbuhan dan perkembangan diri lewat sebuah renungan berikut ini :
Insan dalam Cermin
Ketika anda mendapatkan bahwa anda sudah mencapai kesuksesan yang mengagumkan bahkan dunia menjadikan anda “Bintang” pada hari itu….
Setelah peristiwa itu, pergilah ke ruangan anda, ke depan meja rias kamar anda dan lihatlah cermin yang ada diatas meja rias anda. Perhatikan dengan seksama dan renungkanlah apa yang akan dia katakan kepada anda.
Dia bukan ayah, ibu, istri atau suami anda. Dia lah kompas hidup anda, yang menentukan jalan hidup anda sendiri. Karena yang memberitahukan kepada anda, benar atau kelirunya perjalanann dalam kehidupan anda, dia-lah yang sedang berhadapan dengan anda di balik cermin itu.
Anda mungkin merasa telah mempunyai kekayaan bahkan terasa memiliki dunia ini dan berpikir anda adalah orang yang sangat luar biasa suksesnya, namun bila dia, insan yang didalam cermin itu mengatakan bahwa anda sesungguhnya adalah seorang aktor besar yang pandai memainkan peran saja dan jika anda tiba-tiba tertunduk, tidak mampu melihat lurus matanya dengan tegak, anda sedang berada dalam sebuah ”refleksi” kehidupan.
Dunia boleh mengatakan bahwa anda adalah yang terbaik bahkan anda pun boleh mengatakan bahwa seluruh dunia itu sebenarnya sudah terfokus pada penampilan luar anda yang begitu luar biasa, anda mendapatkan sanjungan, tepuk tangan yang luar bisa ketika anda mencapai kesuksesan. Namun hasil akhir anda pasti akan sangat melukakan dan menyedihkan, bila anda telah menipu dia yang berada di dalam cermin itu.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
2A. Anda itu Unik
Sebelum saya menjelaskan hal ini lebih lanjut, ijinkan saya untuk menjelaskan lewat sebuah ilustrasi berikut ini :
Perjalanan Sukses Seorang CHAMPION
Ketika sepasang suami istri yang terikat oleh sebuah hubungan pernikahan berkeinginan untuk mempunyai anak maka terjadilah hubungan mesra diantara mereka dan banyak sperma dilontarkan ke kelenjar prostat dan diperkuat oleh sekrekesi khusus.
Saat terjadi proses ejakulasi, sperma-sperma melakukan aksi yang CHAMPION, berenang sejauh lima mil menuju ke leher rahim ibu dengan jumlah tidak kurang dari 400 juta banyaknya, kebanyakan dari saudara kita itu terhenti di dalam perjalanannya dalam perjalanan mendukung kita.
Bagi yang berhasil melewati rintangan itu, maka rintangan berikutnya adalah perjalananan menuju leher rahim, sebuah pintu sempit menuju rahim sehingga berdesak-desakan mencari pintu yang sempit itu. Celah pintu itu biasanya dilapisi oleh lendir yang melindungi setiap wanita atas serangan bakteri yang ingin masuk ke dalam rahim.
Dibawah mikroskop lendir pengaman itu seakan mustahil untuk ditembus, namun selama dua hari tiap sebulan strukturnya menjadi lebih besar, hanya sperma yang paling CHAMPION yang bisa menembusnya dan lendir tetap membersihkan bakteri yang ikut masuk itu. Proses perjuangan berlanjut dan hanya 1% sperma mencapai rintangan akhir yaitu tuba falopi.
Dari 400 juta sperma yang memulai perjalanan, hanya 100 sperma saja yang mencapai sel telur. Begitu tiba, mereka berusaha keras menembus kulit luar sel telur. Dalam perjuangan ini “the Best CHAMPION” mendapat semuanya.
Hanya ada satu sperma yang bisa menembus sel telur. Ketika “the best CHAMPION” menempel pada permukaan sel telur, peledak berupa enzim di kepalanya melubangi kulit sel telur.
Boom! Terjadilah keajaiban dunia.
Gelombang warna yang direkam mikroskop menandai saat itu. Sinyal kimia menyebar di sel telur, secepat kilat kulit sel telur mengeras untuk mencegah sperma lain masuk. Kemudian dia bertumbuh dan berkembang di dalam rahim. Dan menurut penelitian paling tidak ada 3 buah gizi penting yang dibutuhkan terutama untuk tumbuh kembang otak yaitu asam folat omega 3 dan 6, DHA dan Kolin. Sistem kerja otaknya mulai bertumbuh dan berkembang mulai janin berusia 3 minggu sampai kelahiran. Telinga terbentuk sejak usia 4,5 minggu sampai ke minggu ke-20. Jantung terbentuk mulai usia 3,5 minggu sampai kelahiran. Anggota tubuh bagian atas dan bawah terbentuk mulai usia 4,5 minggu sampai kelahiran. Kelamin luar terbentuk mulai minggu ke-7 sampai kelahiran. Langit-langit mulut minggu terbentuk mulai usia 6,5 minggu sampai minggu ke-16, pembentukan gigi mulai 6,5 minggu sampai kelahiran, pembentukan mata mulai 4,5 minggu sampai kelahiran dan otak bayi mulai terbentuk pada minggu ketiga dalam rahim ibu.
Selama proses 9 bulan dan 10 hari di rahim maka calon bayi itu dilahirkan lewat proses persalinan di sebuah rumah sakit, klinik kebidanan, atau tempat lainnya dan bayi itu adalah
ANDA.
Benar. Andalah orangnya. Seseorang yang dari dulu pernah menjadi “the best CHAMPION”.
Didalam hidup ini, hanya ada dua hal yang tidak dapat kita ubah yaitu dimana anda dilahirkan, dan dengan orang tua mana anda ingin dilahirkan. Karena apapun latar belakang anda, semua orang bisa menjadi pribadi yang CHAMPION dalam dunia ini.
Sukses sejati kita dicapai ketika menjadi apa adanya diri kita. Belajar mencintai diri sendiri itulah cinta yang terbesar dalam hidup ini. Karena bagaimana mungkin seseorang mengatakan dia mencintai orang lain tanpa dia mampu mencintai dirinya sendiri. Karena itu mencintai diri sendiri merupakan dasar utama bagi seseorang untuk mencintai orang lain diluar dirinya sendiri.
Setelah kita mengetahui eksistensi alasan untuk apa kita dilahirkan dibumi ini, tibalah saatnya bagi kita untuk menetapkan tujuan hidup kita. Kita diberikan kebebasan untuk menentukan jalan kehidupan kita masing-masing. Oleh karena itu berpikir, bertindak dan tampilkanlah diri anda seperti apa diri anda akan menjadi.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Perjalanan Sukses Seorang CHAMPION
Ketika sepasang suami istri yang terikat oleh sebuah hubungan pernikahan berkeinginan untuk mempunyai anak maka terjadilah hubungan mesra diantara mereka dan banyak sperma dilontarkan ke kelenjar prostat dan diperkuat oleh sekrekesi khusus.
Saat terjadi proses ejakulasi, sperma-sperma melakukan aksi yang CHAMPION, berenang sejauh lima mil menuju ke leher rahim ibu dengan jumlah tidak kurang dari 400 juta banyaknya, kebanyakan dari saudara kita itu terhenti di dalam perjalanannya dalam perjalanan mendukung kita.
Bagi yang berhasil melewati rintangan itu, maka rintangan berikutnya adalah perjalananan menuju leher rahim, sebuah pintu sempit menuju rahim sehingga berdesak-desakan mencari pintu yang sempit itu. Celah pintu itu biasanya dilapisi oleh lendir yang melindungi setiap wanita atas serangan bakteri yang ingin masuk ke dalam rahim.
Dibawah mikroskop lendir pengaman itu seakan mustahil untuk ditembus, namun selama dua hari tiap sebulan strukturnya menjadi lebih besar, hanya sperma yang paling CHAMPION yang bisa menembusnya dan lendir tetap membersihkan bakteri yang ikut masuk itu. Proses perjuangan berlanjut dan hanya 1% sperma mencapai rintangan akhir yaitu tuba falopi.
Dari 400 juta sperma yang memulai perjalanan, hanya 100 sperma saja yang mencapai sel telur. Begitu tiba, mereka berusaha keras menembus kulit luar sel telur. Dalam perjuangan ini “the Best CHAMPION” mendapat semuanya.
Hanya ada satu sperma yang bisa menembus sel telur. Ketika “the best CHAMPION” menempel pada permukaan sel telur, peledak berupa enzim di kepalanya melubangi kulit sel telur.
Boom! Terjadilah keajaiban dunia.
Gelombang warna yang direkam mikroskop menandai saat itu. Sinyal kimia menyebar di sel telur, secepat kilat kulit sel telur mengeras untuk mencegah sperma lain masuk. Kemudian dia bertumbuh dan berkembang di dalam rahim. Dan menurut penelitian paling tidak ada 3 buah gizi penting yang dibutuhkan terutama untuk tumbuh kembang otak yaitu asam folat omega 3 dan 6, DHA dan Kolin. Sistem kerja otaknya mulai bertumbuh dan berkembang mulai janin berusia 3 minggu sampai kelahiran. Telinga terbentuk sejak usia 4,5 minggu sampai ke minggu ke-20. Jantung terbentuk mulai usia 3,5 minggu sampai kelahiran. Anggota tubuh bagian atas dan bawah terbentuk mulai usia 4,5 minggu sampai kelahiran. Kelamin luar terbentuk mulai minggu ke-7 sampai kelahiran. Langit-langit mulut minggu terbentuk mulai usia 6,5 minggu sampai minggu ke-16, pembentukan gigi mulai 6,5 minggu sampai kelahiran, pembentukan mata mulai 4,5 minggu sampai kelahiran dan otak bayi mulai terbentuk pada minggu ketiga dalam rahim ibu.
Selama proses 9 bulan dan 10 hari di rahim maka calon bayi itu dilahirkan lewat proses persalinan di sebuah rumah sakit, klinik kebidanan, atau tempat lainnya dan bayi itu adalah
ANDA.
Benar. Andalah orangnya. Seseorang yang dari dulu pernah menjadi “the best CHAMPION”.
Didalam hidup ini, hanya ada dua hal yang tidak dapat kita ubah yaitu dimana anda dilahirkan, dan dengan orang tua mana anda ingin dilahirkan. Karena apapun latar belakang anda, semua orang bisa menjadi pribadi yang CHAMPION dalam dunia ini.
Sukses sejati kita dicapai ketika menjadi apa adanya diri kita. Belajar mencintai diri sendiri itulah cinta yang terbesar dalam hidup ini. Karena bagaimana mungkin seseorang mengatakan dia mencintai orang lain tanpa dia mampu mencintai dirinya sendiri. Karena itu mencintai diri sendiri merupakan dasar utama bagi seseorang untuk mencintai orang lain diluar dirinya sendiri.
Setelah kita mengetahui eksistensi alasan untuk apa kita dilahirkan dibumi ini, tibalah saatnya bagi kita untuk menetapkan tujuan hidup kita. Kita diberikan kebebasan untuk menentukan jalan kehidupan kita masing-masing. Oleh karena itu berpikir, bertindak dan tampilkanlah diri anda seperti apa diri anda akan menjadi.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
1D. Pandangan Seorang Champion
Seorang Champion adalah seorang yang mampu memanfaatkan hukum alam dan penggantinya bilamana situasi itu diperlukan.
Bila saat ini anda merasa beban hidup anda begitu besar menekan anda, sadarilah bahwa bukan anda sendiri saja yang menanggung beban itu saja. Semua orang mempunyai beban hidup masing-masing dan kita telah diberikan sebuah “kebijakan” untuk mencari solusi atas persoalan hidup kita masing-masing.
Saya memberikan sebuah definisi “persoalan” bukan “permasalahan”. Karena saya percaya setiap soal pasti ada jawabannya. Bila anda sekarang memandang soal menjadi sebuah masalah, maka masalah itu lah yang akan menjadi beban hidup anda. Never ending problems.
Kehidupan setiap orang penuh dengan kekeliruan dan pengalaman yang pahit. Namun ketahuilah, kekeliruan dapat menjadi kesalahan jika kita salah dalam cara memandang dan menanggapi responnya, sehingga kesalahan benar-benar menjadi kegagalan saat kita terus menerus menanggapi responnya dengan cara yang salah.
Jadi cara kita memandang sebuah peristiwa sebagai persoalanlah kuncinya, setiap soal pasti ada jawaban atau solusinya. Inilah pandangan seorang Champion.
Para Champion berpikir terbuka, mereka memandang bahwa kegagalan itu bersifat sementara, punya peristiwanya sendiri (kasus per kasus), sehingga mereka tetap menjaga harapan mereka yang realistik, focus pada kekuatan-kekuatan mereka, menggunakan berbagai alternatif pendekatan dalam meraih prestasi dan tidak peduli berapa kali mereka jatuh, mereka akan bangkit kembali untuk meraih hasil yang diinginkan.
Ijinkan saya memberikan sebuah ilustasi yang menjelaskan pandangan Champion diatas :

Bila kita pola pikir kita seperti bapak yang mengatakan “The glass is half empty” atau isi air dalam gelas itu “separuh kosong” maka sudah dipastikan tindakannya pun akan mengikuti pola pikir yang masuk dalam pikirannya. Ini adalah pandangan orang yang pesimis atau calon orang yang gagal meraih kemenangan saat itu.
Mereka cenderung berpikir negatif dan tampak dalam perilaku mengeluh, merasa tidak berdaya, tidak dapat mengubah keadaan apa-apa dan itulah yang terjadi.Gelas itu sudah setengah kosong atau sumber daya kita sudah terbatas, jadi tidak usah dipertahankan lagi.
Mari kita nikmati saja, kita habiskan saja. Bagaimana nanti saja deh. Dalam kategori tertentu mereka dapat menjadi orang yang pesimis dan cenderung apatis.
Bila pola pikir kita seperti ibu yang mengatakan “The glass is half full” atau isi air dalam gelas itu “separuh penuh” maka sudah dipastikan tindakannya pun akan mengikuti pola pikir yang masuk dalam pikirannya juga. Ini adalah pandangan orang yang optimis atau seorang Champion.
Mereka cenderung berpikir positif, dan tampak dalam perilaku mensyukuri keadaan dan mengupayakan sebuah tindakan perubahan bagaimana mengubah keadaan menjadi lebih baik atau mencapai hal yang memang kita inginkan.
Perencanaannya matang, mereka menggunakan sumber daya sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang optimal. Kalau saya melakukan hal ini, nanti bagaimana ya hasilnya, supaya sesuai dengan sudah direncanakan bahkan lebih baik lagi hasilnya.
Para Champion bertindak seolah-olah sudah sukses dan biasanya itulah yang terjadi. Para Champion adalah orang yang optimis dan selalu penuh dengan pengharapan.
Sesuai dengan prinsip Tanam Tuai, para Champion memandang kehidupan sesuai dengan yang dijelaskan Jack Canfield dalam bukunya “The Success Principles” sebagai berikut :
Peristiwa + Respon = Outcome (hasil yang diinginkan)
Perbedaannya terletak pada bagaimana para Champion menentukan “respon” supaya kita mendapatkan “outcome” yaitu bukan sekedar hasil saja yang ditentukan oleh hukum alam, melainkan hasil terbaik yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhan kita.
Bila kita mengambil inti sari dari “Cara menanam pohon kurma dipadang pasir” kita sudah menimbang resiko dari keadaan sekitar yaitu ada kemungkinan terjadi badai, dan disinilah kita berpikir bagaimana kita dapat terhindar dari badai dan masih dapat mencapai hasil yang terbaik dari hasil buah kurma yang lezat yang dapat menjadi sumber nafkah hidup kita bahkan menjadi bisnis kita nantinya.
Hal ini mungkin tidak berlaku bila anda menanam pohon kurma di Indonesia. Di Indonesia harga pohon kurma berumur 7 tahun dihargai 10 juta, dan bila anda suka anda boleh menanamnya karena setahun lagi akan menghasilkan buah, bahkan ketika baru anda membungkus buah yang masih muda dan belum matang, mungkin sudah ada yang memesannya. Dan bagaimana anda mengelola buah atau “rejeki” anda itu sudah sepenuhnya menjadi hak anda.
Bila kita mengambil inti sari dari “batu besar” dalam ilustrasi diatas, anda dapat mempraktekkan dengan cara bekerja melampaui orang rata-rata sebesar “110-120%” setiap hari, maka sesuai dengan prinsip Tanam Tuai dan Pertumbuhan & Perkembangan suatu saat anda akan dapat membalikkan batu besar yang menghimpit hidup anda.
Bila kita mengambil inti sari dari ilustrasi “Karyawisata ke Bali” maka para Champion adalah orang-orang yang mempunyai tujuan didalam menjalani kehidupan ini. Hidup mereka digerakkan oleh sebuah tujuan, mereka menikmati waktu-waktu perjalanan hidup mereka, tanpa kehilangan dari tujuan mereka semula yaitu menemukan “arti kehidupan” pribadi mereka, dan “warisan’ apa yang hendak mereka berikan bagi generasi dibawah mereka.
Bila kita mengambil inti sari dari ilustrasi “Tenggelamnya Kapal Titanic”, maka para Champion harus melibatkan ALLAH lewat doa dan pengucapan syukur sehingga cita-cita kita yang luhur dan bijaksana dapat bermanfaat bagi manusia dan menceritakan kebesaran ALLAH.
Oleh karena itu sebisa mungkin bila hal itu ada pada anda, mulailah merencanakan hidup anda. Alam sudah menyediakan sebuah sistem dan semua orang bertumbuh dan berkembang di dalamnya. Bila ingin mendapatkan hasil yang anda inginkan. Buatlah perencanaan dalam hidup anda yang sesuai dengan hukum-hukum alam, kebijaksanaan dan niscaya hasilnya akan anda peroleh sesuai dengan yang anda inginkan serta sesuai dengan izin dari ALLAH.
Bila saat ini anda merasa beban hidup anda begitu besar menekan anda, sadarilah bahwa bukan anda sendiri saja yang menanggung beban itu saja. Semua orang mempunyai beban hidup masing-masing dan kita telah diberikan sebuah “kebijakan” untuk mencari solusi atas persoalan hidup kita masing-masing.
Saya memberikan sebuah definisi “persoalan” bukan “permasalahan”. Karena saya percaya setiap soal pasti ada jawabannya. Bila anda sekarang memandang soal menjadi sebuah masalah, maka masalah itu lah yang akan menjadi beban hidup anda. Never ending problems.
Kehidupan setiap orang penuh dengan kekeliruan dan pengalaman yang pahit. Namun ketahuilah, kekeliruan dapat menjadi kesalahan jika kita salah dalam cara memandang dan menanggapi responnya, sehingga kesalahan benar-benar menjadi kegagalan saat kita terus menerus menanggapi responnya dengan cara yang salah.
Jadi cara kita memandang sebuah peristiwa sebagai persoalanlah kuncinya, setiap soal pasti ada jawaban atau solusinya. Inilah pandangan seorang Champion.
Para Champion berpikir terbuka, mereka memandang bahwa kegagalan itu bersifat sementara, punya peristiwanya sendiri (kasus per kasus), sehingga mereka tetap menjaga harapan mereka yang realistik, focus pada kekuatan-kekuatan mereka, menggunakan berbagai alternatif pendekatan dalam meraih prestasi dan tidak peduli berapa kali mereka jatuh, mereka akan bangkit kembali untuk meraih hasil yang diinginkan.
Ijinkan saya memberikan sebuah ilustasi yang menjelaskan pandangan Champion diatas :

Bila kita pola pikir kita seperti bapak yang mengatakan “The glass is half empty” atau isi air dalam gelas itu “separuh kosong” maka sudah dipastikan tindakannya pun akan mengikuti pola pikir yang masuk dalam pikirannya. Ini adalah pandangan orang yang pesimis atau calon orang yang gagal meraih kemenangan saat itu.
Mereka cenderung berpikir negatif dan tampak dalam perilaku mengeluh, merasa tidak berdaya, tidak dapat mengubah keadaan apa-apa dan itulah yang terjadi.Gelas itu sudah setengah kosong atau sumber daya kita sudah terbatas, jadi tidak usah dipertahankan lagi.
Mari kita nikmati saja, kita habiskan saja. Bagaimana nanti saja deh. Dalam kategori tertentu mereka dapat menjadi orang yang pesimis dan cenderung apatis.
Bila pola pikir kita seperti ibu yang mengatakan “The glass is half full” atau isi air dalam gelas itu “separuh penuh” maka sudah dipastikan tindakannya pun akan mengikuti pola pikir yang masuk dalam pikirannya juga. Ini adalah pandangan orang yang optimis atau seorang Champion.
Mereka cenderung berpikir positif, dan tampak dalam perilaku mensyukuri keadaan dan mengupayakan sebuah tindakan perubahan bagaimana mengubah keadaan menjadi lebih baik atau mencapai hal yang memang kita inginkan.
Perencanaannya matang, mereka menggunakan sumber daya sebaik-baiknya agar mendapatkan hasil yang optimal. Kalau saya melakukan hal ini, nanti bagaimana ya hasilnya, supaya sesuai dengan sudah direncanakan bahkan lebih baik lagi hasilnya.
Para Champion bertindak seolah-olah sudah sukses dan biasanya itulah yang terjadi. Para Champion adalah orang yang optimis dan selalu penuh dengan pengharapan.
Sesuai dengan prinsip Tanam Tuai, para Champion memandang kehidupan sesuai dengan yang dijelaskan Jack Canfield dalam bukunya “The Success Principles” sebagai berikut :
Peristiwa + Respon = Outcome (hasil yang diinginkan)
Perbedaannya terletak pada bagaimana para Champion menentukan “respon” supaya kita mendapatkan “outcome” yaitu bukan sekedar hasil saja yang ditentukan oleh hukum alam, melainkan hasil terbaik yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhan kita.
Bila kita mengambil inti sari dari “Cara menanam pohon kurma dipadang pasir” kita sudah menimbang resiko dari keadaan sekitar yaitu ada kemungkinan terjadi badai, dan disinilah kita berpikir bagaimana kita dapat terhindar dari badai dan masih dapat mencapai hasil yang terbaik dari hasil buah kurma yang lezat yang dapat menjadi sumber nafkah hidup kita bahkan menjadi bisnis kita nantinya.
Hal ini mungkin tidak berlaku bila anda menanam pohon kurma di Indonesia. Di Indonesia harga pohon kurma berumur 7 tahun dihargai 10 juta, dan bila anda suka anda boleh menanamnya karena setahun lagi akan menghasilkan buah, bahkan ketika baru anda membungkus buah yang masih muda dan belum matang, mungkin sudah ada yang memesannya. Dan bagaimana anda mengelola buah atau “rejeki” anda itu sudah sepenuhnya menjadi hak anda.
Bila kita mengambil inti sari dari “batu besar” dalam ilustrasi diatas, anda dapat mempraktekkan dengan cara bekerja melampaui orang rata-rata sebesar “110-120%” setiap hari, maka sesuai dengan prinsip Tanam Tuai dan Pertumbuhan & Perkembangan suatu saat anda akan dapat membalikkan batu besar yang menghimpit hidup anda.
Bila kita mengambil inti sari dari ilustrasi “Karyawisata ke Bali” maka para Champion adalah orang-orang yang mempunyai tujuan didalam menjalani kehidupan ini. Hidup mereka digerakkan oleh sebuah tujuan, mereka menikmati waktu-waktu perjalanan hidup mereka, tanpa kehilangan dari tujuan mereka semula yaitu menemukan “arti kehidupan” pribadi mereka, dan “warisan’ apa yang hendak mereka berikan bagi generasi dibawah mereka.
Bila kita mengambil inti sari dari ilustrasi “Tenggelamnya Kapal Titanic”, maka para Champion harus melibatkan ALLAH lewat doa dan pengucapan syukur sehingga cita-cita kita yang luhur dan bijaksana dapat bermanfaat bagi manusia dan menceritakan kebesaran ALLAH.
Oleh karena itu sebisa mungkin bila hal itu ada pada anda, mulailah merencanakan hidup anda. Alam sudah menyediakan sebuah sistem dan semua orang bertumbuh dan berkembang di dalamnya. Bila ingin mendapatkan hasil yang anda inginkan. Buatlah perencanaan dalam hidup anda yang sesuai dengan hukum-hukum alam, kebijaksanaan dan niscaya hasilnya akan anda peroleh sesuai dengan yang anda inginkan serta sesuai dengan izin dari ALLAH.
1C. Memanfaatkan Hukum Alam
Sekali lagi, bersahabatlah dengan hukum-hukum alam. Anda tidak disarankan untuk menentang hukum alam apalagi hukum ALLAH.
Tenggelamnya Kapal Titanic
Tahukah anda mengapa kapal Titanic tenggelam? Saya sering mengajukan pertanyaan ini dalam pelatihan-pelatihan saya. Jawabannya beragam sesuai dengan focus pandangannya masing-masing atas film ini.
Ada yang mengaku telah menonton lebih dari sekali karena ingin melihat momen-momen romantis, proses pacaran singkatnya dan sebagainya, namun mereka tidak dapat melihat esensi cerita sebenarnya yaitu tenggelamnya sebuah kapal besar terbesar sepanjang abad 20 itu.
Seperti yang diceritakan, Titanic tenggelam karean menabarak gunung batu karang es, yang dipersepsi sebagai bongkahan es biasa. Tabrakan itu merusakkan 6 kompartemen dari 12 kompartemen yang ada dalam bawah kapal Titanic tersebut, dan cerita akhirnya seperti yang telah anda ketahui, kapat termegah pada jamannya itu tenggelam.
Jadi, peristiwa tenggelamnya kapal Titanic dengan menabarak gunung batu es itu adalah penyebab kedua menurut saya, karena penyebab pertamanya adalah kualat. Kurang ajar sama ALLAH. Karena bila anda perhatikan ada satu pernyataan dalam film itu yang mengatakan “…bahkan ALLAH pun tidak dapat menenggelamkan kapal itu.” Dan itulah yang terjadi, Titanic tenggelam pada perjalanan perdananya, dan saking percaya dirinya, Titanic hanya menyiapkan separuh kapal sekoci penyelamat yang merupakan prosedur penyelamatan darurat, sehingga banyak korban yang meninggal dalam peristiwa itu.
Coba kita bayangkan bila misalnya datang seekor semut dengan pasukan nya dalam sebuah kapal perang dan datang ketangan anda dan mengatakan tidak ada hal apapun yang dapat merintangi dia untuk mencapai cita-citanya, tentu anda akan tertawa termehek-mehek bukan?
Bukankah dengan sekali hembusan nafas anda atau dengan hempasan tangan saja maka seluruh pasukan itu pasti sudah lenyap. Demikian juga dengan kita, setiap cita-cita kita boleh setinggi langit asal tidak bertentangan dengan hukum ALLAH.
Angin Selatan
Anda ingin berlayar kesebuah pulau yang terletak di utara, namun dalam tengah perjalanan anda menghadapi angin Selatan, sehingga anda singgah sebentar ke sebuah pulau yang ada. Menunggu beberapa saat sampai angin Selatan reda, dan melanjutkannya perjalanan kembali.
Saya pun mengintisarikan tiga strategi dalam menjalani hidup ini yaitu MAJU, DIAM atau BERTAHAN, kemudian MUNDUR. Kita diberikan kebijaksanaan untuk menentukan saat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan hidup kita dengan menggunakan hati nurani sebagai kompasnya dan tentu saja kita sudah tahu tujuan hidup supaya kita dapat mencapai tujuan kita yaitu meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik.
Bagi anda yang sudah mendengar cerita dari Tiga Kerajaan atau Three Kingdoms legendaris terkenal dari negeri Tiongkok kuno, baik dari buku atau menonton cerita film bagaimana terbentuknya Tiga Raja yaitu Cao-cao di Utara, Sun Quan di Timur dan Liu Bei di Barat, tidak terlepas dari peran seorang Perdana Menteri Zhuge liang, orang kepercayaan Liu Bei.
Saat itu Cao-cao mempunyai satu juta pasukan sedangkan Liu Bei dan Sun Quan yang beraliansi melawan Cao-cao hanya mempunyai puluhan ribu pasukan saja. Namun area Wu adalah daerah perbukitan dan sungai, sehingga lewat beberapa percobaan perang kecil pasukan air Cao-cao yang dipimpin oleh kedua jendral Cao-cao yang ahli perang di air itu kalah melawan pasukan Sun Quan yang memang mengetahui persis area itu.
Kedua jenderal Cao-cao itu akhirnya membuat sebuah perencanaan dengan menggabungkan seluruh kapal-kapal mereka menjadi sebuah kekuatan besar dan dapat dipisah juga sesuai keinginan. Kelemahan dari formasi ini adalah bila mereka diserang dengan panah api, maka keseluruhan kapal akan musnah. Namun saat itu mereka sedang berada di Utara dan sekarang sedang datang Angin Selatan, jadi hal itu sangat menguntungkan pasukan Cao-cao.
Namun sejarah mencatat lain bahwa ketika dalam sebuah konspirasi yang dilakukan Liu Bei dan Sun Quan, Cao-cao mengambil keputusan yang fatal dengan membunuh kedua Jendral yang ahli dalam hal perairan dan memimpin sendiri peperangan itu. Dilain pihak Zhuge Liang berjanji untuk mengubah arah angin selatan menjadi angin utara dalam bentuk ritual, sekaligus sebuah perencanaan pelarian dengan dibantu oleh Jendral Zhao Yue.
Dan terjadilah. Arah angin berubah menjadi kearah utara, pasukan Cao-cao kocar kacir dan terjadilah peristiwa “Red Cliff” dan Zhuge Liang pun selamat dibantu oleh Jendral Zhao Yue dan sejak itu mulai lah peristiwa Tiga Kerajaan atau “Three Kingdoms”. Cao-cao di Utara, Sun Quan di Timur dan Liu Bei di Barat.
Tidak ada persahabatan yang abadi saat itu, yang ada adalah kepentingan yang abadi.
Ilustrasi berikut ini ingin menjelaskan pentingnya sebuah tujuan hidup dan cara melawan sekaligus memanfaatkan hukum alam.
Karyawisata ke Bali naik pesawat terbang
Proses anda naik pesawat terbang itu sebenarnya anda melawan hukum gravitasi bumi, naik ke sebuah ketinggian tertentu dan mulai para pramugari dan pramugara melakukan tugasnya melayani para penumpang pesawat. Bagi yang menikmatinya bisa sambil nyantai makan dan minum kopi, namun bagi yang stress atau mungkin baru pertama kali naik pesawat terbang akan mengalami suatu perasaan takut, gelisah dan perasaan lainnya yang tidak menyenangkan anda.
Berita baiknya, sebenarnya semua orang mengalami perasaan itu pada saat pertama ketika menghadapi situasi yang baru dirasakan, jadi biasa saja, tetap nikmati rasa takut itu dan setelah beberapa saat kita sudah terbiasa lagi dan benar-benar dapat menikmati perjalanan anda.
Bisa karena biasa.
Setelah beberapa saat pesawat ingin mendarat di Bandara Ngurah Rai di Bali, kali ini gerakan mendaratnya selaras dengan hukum gravitasi bumi dan sukses mendaratkan anda ke Bali. Demikian juga dengan jalan pulang anda dari Bali menuju ke tempat tinggal anda masing-masing.
Jadi pada saat pesawat lepas landas, butuh tenaga dorongan yang kuat untuk melawan gravitasi bumi dan setelah mencapai ketinggian tertentu maka auto pilot akan bekerja dan supaya sampai tujuan, para pilot tetap berhubungan dengan petugas bandara sampai pesawat sampai ketujuan dengan selamat.
Hidup kita juga harus mempunyai tujuan dan kita menggunakan hati nurani kita sebagai kompas di dalam mencapai tujuan hidup kita. Kita coba lagi membahas mengenai tenaga dorong lewat sebuah contoh tentang pemberangkatan pesawat ulang alik ke alam semesta.
Para peneliti sudah membuktikan bahwa kekuatan terbesar pada saat memberangkatkan pesawat ulang alik adalah pada saat pesawat akan lepas landas. Jadi lebih dari 70% tenang dorongan itu ada diatas bumi karena mereka harus melawan hukum gravitasi bumi dan ketika sampai di zona keluar dari hukum gravitasi bumi, dan mesin penggerak untuk melawan gaya gravitasi bumi itu pun dilepas di alam semesta karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Dan bila sudah tiba saatnya untuk kembali ke bumi mereka menggunakan kembali hukum gravitasi agar pesawat itu dapat pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
Jadi pesawat terbang dan pesawat ulang alik dapat melawan hukum gravitasi bumi hanya jika didorong oleh sebuah kekuatan tenaga penggerak pada saat lepas landas di landasan penerbangan. Itulah saat yang penting karena setelah berada diatas, tenaga itu sudah berkurang dan digunakan untuk menentukan arah dan tujuan penerbangan.
Demikian juga dengan hidup kita, untuk pertama kali kita membutuhkan suatu dorongan yang kuat untuk mencapai sebuah tujuan atau cita-cita dalam hidup ini apakah itu pada bidang formal atau informal, karir dan profesi kita, baik pengusaha atau pekerja semuanya mempunyai tujuan di dalam berusaha dan bekerja. Setelah kita menguasai sebuah ketrampilan dan menjadi kebiasaan, maka kebiasaan itulah yang akhirnya membantu kita menyelesaikan tugas kita sehari-hari.
Kemudian kita juga harus belajar mendelegasikan hal-hal yang memang dapat dibagi tanggung jawabnya sambil kita juga harus belajar hal-hal yang baru setiap harinya dan itulah semangat dari seorang Champion yang selaras dengan hukum alam.
Perhatikan juga mengapa saya mengambil contoh menerbangkan pesawat ulang alik ke alam semesta. Menurut saya sah-sah saja sih menggunakan istilah “Alam Semesta”, namun jangan sampai berlebihan sehingga meminta ‘berkat’ kepada alam semesta yang nyata-nyatanya adalah ciptaan ALLAH. Hanya kepada ALLAH saja kita meminta, percaya dan menerima hasilnya sesuai dengan jerih payah kita selama di dunia ini.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
Tenggelamnya Kapal Titanic
Tahukah anda mengapa kapal Titanic tenggelam? Saya sering mengajukan pertanyaan ini dalam pelatihan-pelatihan saya. Jawabannya beragam sesuai dengan focus pandangannya masing-masing atas film ini.
Ada yang mengaku telah menonton lebih dari sekali karena ingin melihat momen-momen romantis, proses pacaran singkatnya dan sebagainya, namun mereka tidak dapat melihat esensi cerita sebenarnya yaitu tenggelamnya sebuah kapal besar terbesar sepanjang abad 20 itu.
Seperti yang diceritakan, Titanic tenggelam karean menabarak gunung batu karang es, yang dipersepsi sebagai bongkahan es biasa. Tabrakan itu merusakkan 6 kompartemen dari 12 kompartemen yang ada dalam bawah kapal Titanic tersebut, dan cerita akhirnya seperti yang telah anda ketahui, kapat termegah pada jamannya itu tenggelam.
Jadi, peristiwa tenggelamnya kapal Titanic dengan menabarak gunung batu es itu adalah penyebab kedua menurut saya, karena penyebab pertamanya adalah kualat. Kurang ajar sama ALLAH. Karena bila anda perhatikan ada satu pernyataan dalam film itu yang mengatakan “…bahkan ALLAH pun tidak dapat menenggelamkan kapal itu.” Dan itulah yang terjadi, Titanic tenggelam pada perjalanan perdananya, dan saking percaya dirinya, Titanic hanya menyiapkan separuh kapal sekoci penyelamat yang merupakan prosedur penyelamatan darurat, sehingga banyak korban yang meninggal dalam peristiwa itu.
Coba kita bayangkan bila misalnya datang seekor semut dengan pasukan nya dalam sebuah kapal perang dan datang ketangan anda dan mengatakan tidak ada hal apapun yang dapat merintangi dia untuk mencapai cita-citanya, tentu anda akan tertawa termehek-mehek bukan?
Bukankah dengan sekali hembusan nafas anda atau dengan hempasan tangan saja maka seluruh pasukan itu pasti sudah lenyap. Demikian juga dengan kita, setiap cita-cita kita boleh setinggi langit asal tidak bertentangan dengan hukum ALLAH.
Angin Selatan
Anda ingin berlayar kesebuah pulau yang terletak di utara, namun dalam tengah perjalanan anda menghadapi angin Selatan, sehingga anda singgah sebentar ke sebuah pulau yang ada. Menunggu beberapa saat sampai angin Selatan reda, dan melanjutkannya perjalanan kembali.
Saya pun mengintisarikan tiga strategi dalam menjalani hidup ini yaitu MAJU, DIAM atau BERTAHAN, kemudian MUNDUR. Kita diberikan kebijaksanaan untuk menentukan saat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan hidup kita dengan menggunakan hati nurani sebagai kompasnya dan tentu saja kita sudah tahu tujuan hidup supaya kita dapat mencapai tujuan kita yaitu meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik.
Bagi anda yang sudah mendengar cerita dari Tiga Kerajaan atau Three Kingdoms legendaris terkenal dari negeri Tiongkok kuno, baik dari buku atau menonton cerita film bagaimana terbentuknya Tiga Raja yaitu Cao-cao di Utara, Sun Quan di Timur dan Liu Bei di Barat, tidak terlepas dari peran seorang Perdana Menteri Zhuge liang, orang kepercayaan Liu Bei.
Saat itu Cao-cao mempunyai satu juta pasukan sedangkan Liu Bei dan Sun Quan yang beraliansi melawan Cao-cao hanya mempunyai puluhan ribu pasukan saja. Namun area Wu adalah daerah perbukitan dan sungai, sehingga lewat beberapa percobaan perang kecil pasukan air Cao-cao yang dipimpin oleh kedua jendral Cao-cao yang ahli perang di air itu kalah melawan pasukan Sun Quan yang memang mengetahui persis area itu.
Kedua jenderal Cao-cao itu akhirnya membuat sebuah perencanaan dengan menggabungkan seluruh kapal-kapal mereka menjadi sebuah kekuatan besar dan dapat dipisah juga sesuai keinginan. Kelemahan dari formasi ini adalah bila mereka diserang dengan panah api, maka keseluruhan kapal akan musnah. Namun saat itu mereka sedang berada di Utara dan sekarang sedang datang Angin Selatan, jadi hal itu sangat menguntungkan pasukan Cao-cao.
Namun sejarah mencatat lain bahwa ketika dalam sebuah konspirasi yang dilakukan Liu Bei dan Sun Quan, Cao-cao mengambil keputusan yang fatal dengan membunuh kedua Jendral yang ahli dalam hal perairan dan memimpin sendiri peperangan itu. Dilain pihak Zhuge Liang berjanji untuk mengubah arah angin selatan menjadi angin utara dalam bentuk ritual, sekaligus sebuah perencanaan pelarian dengan dibantu oleh Jendral Zhao Yue.
Dan terjadilah. Arah angin berubah menjadi kearah utara, pasukan Cao-cao kocar kacir dan terjadilah peristiwa “Red Cliff” dan Zhuge Liang pun selamat dibantu oleh Jendral Zhao Yue dan sejak itu mulai lah peristiwa Tiga Kerajaan atau “Three Kingdoms”. Cao-cao di Utara, Sun Quan di Timur dan Liu Bei di Barat.
Tidak ada persahabatan yang abadi saat itu, yang ada adalah kepentingan yang abadi.
Ilustrasi berikut ini ingin menjelaskan pentingnya sebuah tujuan hidup dan cara melawan sekaligus memanfaatkan hukum alam.
Karyawisata ke Bali naik pesawat terbang
Proses anda naik pesawat terbang itu sebenarnya anda melawan hukum gravitasi bumi, naik ke sebuah ketinggian tertentu dan mulai para pramugari dan pramugara melakukan tugasnya melayani para penumpang pesawat. Bagi yang menikmatinya bisa sambil nyantai makan dan minum kopi, namun bagi yang stress atau mungkin baru pertama kali naik pesawat terbang akan mengalami suatu perasaan takut, gelisah dan perasaan lainnya yang tidak menyenangkan anda.
Berita baiknya, sebenarnya semua orang mengalami perasaan itu pada saat pertama ketika menghadapi situasi yang baru dirasakan, jadi biasa saja, tetap nikmati rasa takut itu dan setelah beberapa saat kita sudah terbiasa lagi dan benar-benar dapat menikmati perjalanan anda.
Bisa karena biasa.
Setelah beberapa saat pesawat ingin mendarat di Bandara Ngurah Rai di Bali, kali ini gerakan mendaratnya selaras dengan hukum gravitasi bumi dan sukses mendaratkan anda ke Bali. Demikian juga dengan jalan pulang anda dari Bali menuju ke tempat tinggal anda masing-masing.
Jadi pada saat pesawat lepas landas, butuh tenaga dorongan yang kuat untuk melawan gravitasi bumi dan setelah mencapai ketinggian tertentu maka auto pilot akan bekerja dan supaya sampai tujuan, para pilot tetap berhubungan dengan petugas bandara sampai pesawat sampai ketujuan dengan selamat.
Hidup kita juga harus mempunyai tujuan dan kita menggunakan hati nurani kita sebagai kompas di dalam mencapai tujuan hidup kita. Kita coba lagi membahas mengenai tenaga dorong lewat sebuah contoh tentang pemberangkatan pesawat ulang alik ke alam semesta.
Para peneliti sudah membuktikan bahwa kekuatan terbesar pada saat memberangkatkan pesawat ulang alik adalah pada saat pesawat akan lepas landas. Jadi lebih dari 70% tenang dorongan itu ada diatas bumi karena mereka harus melawan hukum gravitasi bumi dan ketika sampai di zona keluar dari hukum gravitasi bumi, dan mesin penggerak untuk melawan gaya gravitasi bumi itu pun dilepas di alam semesta karena sudah tidak dibutuhkan lagi. Dan bila sudah tiba saatnya untuk kembali ke bumi mereka menggunakan kembali hukum gravitasi agar pesawat itu dapat pulang dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.
Jadi pesawat terbang dan pesawat ulang alik dapat melawan hukum gravitasi bumi hanya jika didorong oleh sebuah kekuatan tenaga penggerak pada saat lepas landas di landasan penerbangan. Itulah saat yang penting karena setelah berada diatas, tenaga itu sudah berkurang dan digunakan untuk menentukan arah dan tujuan penerbangan.
Demikian juga dengan hidup kita, untuk pertama kali kita membutuhkan suatu dorongan yang kuat untuk mencapai sebuah tujuan atau cita-cita dalam hidup ini apakah itu pada bidang formal atau informal, karir dan profesi kita, baik pengusaha atau pekerja semuanya mempunyai tujuan di dalam berusaha dan bekerja. Setelah kita menguasai sebuah ketrampilan dan menjadi kebiasaan, maka kebiasaan itulah yang akhirnya membantu kita menyelesaikan tugas kita sehari-hari.
Kemudian kita juga harus belajar mendelegasikan hal-hal yang memang dapat dibagi tanggung jawabnya sambil kita juga harus belajar hal-hal yang baru setiap harinya dan itulah semangat dari seorang Champion yang selaras dengan hukum alam.
Perhatikan juga mengapa saya mengambil contoh menerbangkan pesawat ulang alik ke alam semesta. Menurut saya sah-sah saja sih menggunakan istilah “Alam Semesta”, namun jangan sampai berlebihan sehingga meminta ‘berkat’ kepada alam semesta yang nyata-nyatanya adalah ciptaan ALLAH. Hanya kepada ALLAH saja kita meminta, percaya dan menerima hasilnya sesuai dengan jerih payah kita selama di dunia ini.
Salam Champion
Surya Rachmannuh
1B. Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan
Didalam kehidupan ini, tidak semua hal terjadi sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang hasil banyak ditentukan oleh faktor diluar diri kita seperti faktor alam dan kehendak yang maha kuasa.
Namun apapun itu hasilnya, ada salah satu prinsip yang harus kita pelajari dalam hidup ini yaitu Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan. Secara sederhana, bila anda menanam benih di tempat yang salah misalnya di deaerah bebatuan, pasti hasilnya tidak akan maksimal dibandingkan dengan benih yang jatuh di tanah subur.
Demikian juga dalam pengembangan sumber daya manusia, anda tidak selalu mendapatkan hasil secara instant, selalu ada keseimbangan antara pribadi dan budaya perusahaan tempat dimana dia berusaha.
Banyak orang puas dengan hasil pencapaiannya, namun banyak sekali persaingan bisnisnya, ada yang penghasilannya pas-pasan saja namun suasana kerja nya harmoni.
Apa pun pilihan anda, jawabannya dikembalikan kepada pilihan hidup anda.
Saya ingin menjelaskan prinsip pertumbuhan dan perkembangan ini secara lebih detail lewat sebuah ilustasi berikut ini :
Cara Menanam Pohon Kurma di Padang Pasir
Ada seseorang melakukan percobaan untuk menanam benih kurma di padang pasir.
Kelompok bibit kurma yang pertama ditanam dengan cara diletakkan sebuah batu besar diatasnya sedangkan kelompok bibit kurma kedua ditanam dengan cara yang biasa yaitu ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 cm.
Sebagai informasi, pohon kurma sejenis pohon palem dan akan menghasilkan buah setelah mencapai usia 8 tahun.
Kelompok bibit kedua dengan cepat menunjukkan pertumbuhan dan perkembangannya sedangkan kelompok bibit pertama belum menunjukkan pertumbuhannya sama sekali.
Satu windu berlalu, kelompok bibit kedua mulai menampakkan hasil dan manis sekali buahnya sedangkan kelompok bibit pertama baru berkembang dan belum menghasilkan buah sama sekali.
Pada tahun kesembilan, kelompok bibit kedua, barulah menghasilkan panen yang berikutnya, sedangkan kelompok bibit pertama baru menampakkan hasil panennya. Demikianlah secara hasil kita dapat mengatakan bahwa kelompok bibit kedua merupakan kelompok bibit yang cepat membawakan hasil dibandingkan denagn kelompok bibit pertama.
Suatu ketika atas penentuan alam, terjadilah badai besar. Kekuatan alam yang ada di padang pasir menunjukkan kedahsyatannya, seluruh area padang pasir itu penuh dengan gemuruh, topan badai melanda termasuk area penanamban pohon kurma tersebut.
Kelompok bibit kedua yang ditanam dengan cara yang biasa, hilang lenyap ditelan badai tersebut, tidak ada yang tersisa. Kelompok bibit pertama yang ditanam dengan cara meletakkan batu besar di atasnya juga mengalami banyak kerusakan. Buah kurma yang tergantung dan terbungkus itu pun hilang di telan badai, beberapa helai daun banyak yang patah, namun kelompok pertama ini tetap berdiri tegak, tidak tergoyahkan oleh badai topan di gurun pasir itu.
Sekarang baru terlihat “apa alasan” kelompok bibit pertama ini ditanam dengan meletakkan batu besar diatasnya. Cara ini kelihatannya tidak lazim. Tapi, karena ada batu besar yang menghambat pertumbuhan pohon kurma keatas, menyebabkan mereka bertumbuh ke bawah, akar mereka tumbuh ke bawah mencari sumber mata air yang cukup untuk bertahan hidup.
Setelah akar-akar itu menjadi kuat dan tibalah saatnya bagi kelompok bibit yang pertama itu untuk membalikkan batu besar yang menekan diri mereka.
Sebuah “Momentum” terjadi.
Sejak saat itu, barulah mereka bertumbuh dan berkembang secara natural dan memang sedikit kurang cepat dibandingkan dengan kelompok bibit kedua yang tumbuh dengan normal tanpa ada tekanan batu besar didalamnya.
Terkadang lewat proses penekanan ini mereka belum menampakkan potensi sebelumnya namun bila mereka sudah benar-benar matang mereka akan menghasilkan buah dan buah itu manis dan dapat dinikmati oleh banyak orang.
(Modification From Wikipedia, the free encyclopedia, “how to plant kurma in dessert” atau “cara menanam pohon kurma di padang pasir”)
Lewat ilustrasi diatas, kita sebagai manusia pasti akan mengalami Prinsip Tanam Tuai yaitu apa yang anda tanam, suatu ketika sendiri yang akan menuai hasilnya. Bila anda belum melihat puas dengan hasil yang anda capai hari ini, silakan anda perhatikan diri anda, apakah memang ada batu besar yang sedang menghimpit anda hari ini.
Ingatlah pada prinsip yang kedua, prinsip pertumbuhan dan perkembangan.
Anda harus melihat ke dalam diri anda. Setiap orang mempunyai panggilan hidup dan tanggung jawabnya masing-masing. Fokuslah kepada diri anda dan tujuan hidup anda. Asah kemampuan dan pengalaman anda, belajarlah dari orang yang lebih sukses dari diri anda baik itu atasan, rekan kerja atau lewat buku-buku dan sumber daya lainnya.
Karena nanti bila sudah waktunya anda pasti mampu membalikkan batu besar yang ada dalam kehidupan anda dan sejak itulah anda akan mampu bertumbuh dan berkembang secara pesat sekali, menjadi pribadi yang Champion dan berbuah kebaikan bagi diri anda, keluarga, karir dan profesi dan masyarakat pada umumnya.
Salam Champion
Surya Rachmannnuh
Namun apapun itu hasilnya, ada salah satu prinsip yang harus kita pelajari dalam hidup ini yaitu Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan. Secara sederhana, bila anda menanam benih di tempat yang salah misalnya di deaerah bebatuan, pasti hasilnya tidak akan maksimal dibandingkan dengan benih yang jatuh di tanah subur.
Demikian juga dalam pengembangan sumber daya manusia, anda tidak selalu mendapatkan hasil secara instant, selalu ada keseimbangan antara pribadi dan budaya perusahaan tempat dimana dia berusaha.
Banyak orang puas dengan hasil pencapaiannya, namun banyak sekali persaingan bisnisnya, ada yang penghasilannya pas-pasan saja namun suasana kerja nya harmoni.
Apa pun pilihan anda, jawabannya dikembalikan kepada pilihan hidup anda.
Saya ingin menjelaskan prinsip pertumbuhan dan perkembangan ini secara lebih detail lewat sebuah ilustasi berikut ini :
Cara Menanam Pohon Kurma di Padang Pasir
Ada seseorang melakukan percobaan untuk menanam benih kurma di padang pasir.
Kelompok bibit kurma yang pertama ditanam dengan cara diletakkan sebuah batu besar diatasnya sedangkan kelompok bibit kurma kedua ditanam dengan cara yang biasa yaitu ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 20 cm.
Sebagai informasi, pohon kurma sejenis pohon palem dan akan menghasilkan buah setelah mencapai usia 8 tahun.
Kelompok bibit kedua dengan cepat menunjukkan pertumbuhan dan perkembangannya sedangkan kelompok bibit pertama belum menunjukkan pertumbuhannya sama sekali.
Satu windu berlalu, kelompok bibit kedua mulai menampakkan hasil dan manis sekali buahnya sedangkan kelompok bibit pertama baru berkembang dan belum menghasilkan buah sama sekali.
Pada tahun kesembilan, kelompok bibit kedua, barulah menghasilkan panen yang berikutnya, sedangkan kelompok bibit pertama baru menampakkan hasil panennya. Demikianlah secara hasil kita dapat mengatakan bahwa kelompok bibit kedua merupakan kelompok bibit yang cepat membawakan hasil dibandingkan denagn kelompok bibit pertama.
Suatu ketika atas penentuan alam, terjadilah badai besar. Kekuatan alam yang ada di padang pasir menunjukkan kedahsyatannya, seluruh area padang pasir itu penuh dengan gemuruh, topan badai melanda termasuk area penanamban pohon kurma tersebut.
Kelompok bibit kedua yang ditanam dengan cara yang biasa, hilang lenyap ditelan badai tersebut, tidak ada yang tersisa. Kelompok bibit pertama yang ditanam dengan cara meletakkan batu besar di atasnya juga mengalami banyak kerusakan. Buah kurma yang tergantung dan terbungkus itu pun hilang di telan badai, beberapa helai daun banyak yang patah, namun kelompok pertama ini tetap berdiri tegak, tidak tergoyahkan oleh badai topan di gurun pasir itu.
Sekarang baru terlihat “apa alasan” kelompok bibit pertama ini ditanam dengan meletakkan batu besar diatasnya. Cara ini kelihatannya tidak lazim. Tapi, karena ada batu besar yang menghambat pertumbuhan pohon kurma keatas, menyebabkan mereka bertumbuh ke bawah, akar mereka tumbuh ke bawah mencari sumber mata air yang cukup untuk bertahan hidup.
Setelah akar-akar itu menjadi kuat dan tibalah saatnya bagi kelompok bibit yang pertama itu untuk membalikkan batu besar yang menekan diri mereka.
Sebuah “Momentum” terjadi.
Sejak saat itu, barulah mereka bertumbuh dan berkembang secara natural dan memang sedikit kurang cepat dibandingkan dengan kelompok bibit kedua yang tumbuh dengan normal tanpa ada tekanan batu besar didalamnya.
Terkadang lewat proses penekanan ini mereka belum menampakkan potensi sebelumnya namun bila mereka sudah benar-benar matang mereka akan menghasilkan buah dan buah itu manis dan dapat dinikmati oleh banyak orang.
(Modification From Wikipedia, the free encyclopedia, “how to plant kurma in dessert” atau “cara menanam pohon kurma di padang pasir”)
Lewat ilustrasi diatas, kita sebagai manusia pasti akan mengalami Prinsip Tanam Tuai yaitu apa yang anda tanam, suatu ketika sendiri yang akan menuai hasilnya. Bila anda belum melihat puas dengan hasil yang anda capai hari ini, silakan anda perhatikan diri anda, apakah memang ada batu besar yang sedang menghimpit anda hari ini.
Ingatlah pada prinsip yang kedua, prinsip pertumbuhan dan perkembangan.
Anda harus melihat ke dalam diri anda. Setiap orang mempunyai panggilan hidup dan tanggung jawabnya masing-masing. Fokuslah kepada diri anda dan tujuan hidup anda. Asah kemampuan dan pengalaman anda, belajarlah dari orang yang lebih sukses dari diri anda baik itu atasan, rekan kerja atau lewat buku-buku dan sumber daya lainnya.
Karena nanti bila sudah waktunya anda pasti mampu membalikkan batu besar yang ada dalam kehidupan anda dan sejak itulah anda akan mampu bertumbuh dan berkembang secara pesat sekali, menjadi pribadi yang Champion dan berbuah kebaikan bagi diri anda, keluarga, karir dan profesi dan masyarakat pada umumnya.
Salam Champion
Surya Rachmannnuh
1A. Prinsip Tanam Tuai
A. Prinsip Tanam Tuai
Alam sebagai bagian dari ekosistem bumi mempunyai satu sistem yaitu Prinsip Tanam Tuai atau sebab akibat. Prinsip Tanam Tuai adalah sebuah prinsip dasar kesuksesan kita.
Bila anda menanam jagung, maka anda akan menuai jagung
Bila Anda menanam sirih, maka anda akan menuai sirih
Bila Anda menanam semangka, maka anda akan menanam semangka
Buah semangka berdaun sirih hanya ada dalam lirik lagu atau sebuah kata kiasan saja, di dunia nyata hal ini tidak berlaku.
Benih jagung pada contoh diatas disebut masukan atau Input, sedangkan jagung pada contoh diatas disebut keluaran atau Output dan diantara bagian masukan dan keluaran ada sebuah bagian yang disebut proses atau process.
Jadi secara lengkap siklus Prinsip Tanam Tuai ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
Masukan (Input) – Proses (Process) – Keluaran (Output)
Ini adalah keseluruhan sistem yang dicakup oleh prinsip Tanam Tuai sebagai salah satu bagian dari hukum alam.
Prinsip itu bersifat abadi, tidak termakan waktu, hasilnya mungkin tidak cepat namun hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Prinsip itu berlaku di belahan dunia manapun karena bersifat universal, terkadang terjadi diluar pemahaman dan kesadaran kita sehingga membutuhkan kebijakan untuk menyikapi segala proses yang terjadi hidup kita yang selaras dengan hukum alam ini.
Jadi selain benih, yang menjadi peran kunci pertama yang menunjang sukses, adalah peran kunci kedua yang tidak kalah pentingnya yaitu bagian proses. Ini merupakan salah satu prinsip lain yang mendukung Hukum Tanam Tuai ini yaitu prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan.
Kesimpulannya, bila anda ingin berhasil dalam hidup ini, kelolalah bagian input dan process anda, maka hasil anda atau output akan mengikuti dengan sendirinya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh lahir di Jakarta 1970, lulusan S1 dari Bunda Mulia dan S2 dari Jakarta Institute of Management Studies, Certified ISO Lead Auditor dari SGS, Certified Webmaster dan Problem Solving & Decision Making. Aktif di PT. Kalbe Farma, tbk sebagai “Training Specialist”. Hasil tulisannya dapat dilihat di www.webiddesign.com dan suryarachmannuh.blogspot.com
Alam sebagai bagian dari ekosistem bumi mempunyai satu sistem yaitu Prinsip Tanam Tuai atau sebab akibat. Prinsip Tanam Tuai adalah sebuah prinsip dasar kesuksesan kita.
Bila anda menanam jagung, maka anda akan menuai jagung
Bila Anda menanam sirih, maka anda akan menuai sirih
Bila Anda menanam semangka, maka anda akan menanam semangka
Buah semangka berdaun sirih hanya ada dalam lirik lagu atau sebuah kata kiasan saja, di dunia nyata hal ini tidak berlaku.
Benih jagung pada contoh diatas disebut masukan atau Input, sedangkan jagung pada contoh diatas disebut keluaran atau Output dan diantara bagian masukan dan keluaran ada sebuah bagian yang disebut proses atau process.
Jadi secara lengkap siklus Prinsip Tanam Tuai ini dapat dijabarkan sebagai berikut :
Masukan (Input) – Proses (Process) – Keluaran (Output)
Ini adalah keseluruhan sistem yang dicakup oleh prinsip Tanam Tuai sebagai salah satu bagian dari hukum alam.
Prinsip itu bersifat abadi, tidak termakan waktu, hasilnya mungkin tidak cepat namun hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Prinsip itu berlaku di belahan dunia manapun karena bersifat universal, terkadang terjadi diluar pemahaman dan kesadaran kita sehingga membutuhkan kebijakan untuk menyikapi segala proses yang terjadi hidup kita yang selaras dengan hukum alam ini.
Jadi selain benih, yang menjadi peran kunci pertama yang menunjang sukses, adalah peran kunci kedua yang tidak kalah pentingnya yaitu bagian proses. Ini merupakan salah satu prinsip lain yang mendukung Hukum Tanam Tuai ini yaitu prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan.
Kesimpulannya, bila anda ingin berhasil dalam hidup ini, kelolalah bagian input dan process anda, maka hasil anda atau output akan mengikuti dengan sendirinya.
Salam Champion
Surya Rachmannuh lahir di Jakarta 1970, lulusan S1 dari Bunda Mulia dan S2 dari Jakarta Institute of Management Studies, Certified ISO Lead Auditor dari SGS, Certified Webmaster dan Problem Solving & Decision Making. Aktif di PT. Kalbe Farma, tbk sebagai “Training Specialist”. Hasil tulisannya dapat dilihat di www.webiddesign.com dan suryarachmannuh.blogspot.com
Definisi Champion
Pada mulanya saja kita telah bersama-sama berjuang untuk menjadi mencapai suatu tujuan tertentu dalam hidup ini. Sama-sama seorang manusia yang mempunyai potensi untuk menjadi CHAMPION. Langkah demi langkah kehidupan harus kita jalani dan yang menentukan apakah kita menjadi CHAMPION adalah tugas pribadi kita masing-masing.
Indonesia Inggris
C = Cantik karakternya (Characters)
H = Harmoni (Harmony)
A = Andal (A trustworthy person)
M = Mandiri (Mature)
P = Prestasi (Performance)
I = Inisiatif (Initiation)
O = Orisinil (Original)
N = Natural (Nature)
1. Natural atau bersifat alami : Mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan mengetahui sifat hakiki daripada hukum alam.
2. Orisinil : Mampu menerima diri sendiri apa adanya. Anda adalah seorang pribadi yang unik. Satu diantara milyaran penduduk yang ada didunia ini.
3. Inisiatif : Mampu mengembangkan potensi diri secara optimal dengan mengambil peran serta aktif menentukan segala peristiwa yang terjadi dalam hidup dan bertanggung jawab atas segala konsekuensinya
4. Prestasi : Mampu mencatat prestasi yang telah dicapainya, mengevaluasi segala macam peristiwa baik itu berupa kegagalan yang mengubahnya menjadi batu loncatan untuk prestasi berikutnya dan meningkatkan pencapaian yang optimal dimasa datang
5. Mandiri : Mampu melewati segala macam rintangan yang ada dihadapinya dan mengubahnya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan mengelola repon yang sesuai dengan peristiwa yang ada diluar kehendak dirinya, serta tetap focus pada hasil yang diinginkannya (outcome)
6. Andal : Mampu membangun kepercayaan diri sendiri, orang lain dan menanam benih untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.
7. Harmoni : Mampu membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan ALLAH lewat hukum alam, sesama dan dirinya sendiri lewat perdamaian dengan suara batinnya.
8. Cantik Karakternya : Mampu mengelola dan melakukan perbaikan terus menerus agar mendapat sebuah hasil permanent yang ditunjukkan dalam sikap, tindakan dan perilaku sehari-hari di dalam kehidupan dalam bentuk karakter-karakter yang positif seperti andal, menghargai orang, bertanggung jawab, adil, peduli, jujur, berani, ulet, menjaga intergritas serta menjadi warganegara Indonesia yang baik.
Indonesia Inggris
C = Cantik karakternya (Characters)
H = Harmoni (Harmony)
A = Andal (A trustworthy person)
M = Mandiri (Mature)
P = Prestasi (Performance)
I = Inisiatif (Initiation)
O = Orisinil (Original)
N = Natural (Nature)
1. Natural atau bersifat alami : Mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar dengan mengetahui sifat hakiki daripada hukum alam.
2. Orisinil : Mampu menerima diri sendiri apa adanya. Anda adalah seorang pribadi yang unik. Satu diantara milyaran penduduk yang ada didunia ini.
3. Inisiatif : Mampu mengembangkan potensi diri secara optimal dengan mengambil peran serta aktif menentukan segala peristiwa yang terjadi dalam hidup dan bertanggung jawab atas segala konsekuensinya
4. Prestasi : Mampu mencatat prestasi yang telah dicapainya, mengevaluasi segala macam peristiwa baik itu berupa kegagalan yang mengubahnya menjadi batu loncatan untuk prestasi berikutnya dan meningkatkan pencapaian yang optimal dimasa datang
5. Mandiri : Mampu melewati segala macam rintangan yang ada dihadapinya dan mengubahnya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan mengelola repon yang sesuai dengan peristiwa yang ada diluar kehendak dirinya, serta tetap focus pada hasil yang diinginkannya (outcome)
6. Andal : Mampu membangun kepercayaan diri sendiri, orang lain dan menanam benih untuk mendapatkan kepercayaan orang lain.
7. Harmoni : Mampu membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan ALLAH lewat hukum alam, sesama dan dirinya sendiri lewat perdamaian dengan suara batinnya.
8. Cantik Karakternya : Mampu mengelola dan melakukan perbaikan terus menerus agar mendapat sebuah hasil permanent yang ditunjukkan dalam sikap, tindakan dan perilaku sehari-hari di dalam kehidupan dalam bentuk karakter-karakter yang positif seperti andal, menghargai orang, bertanggung jawab, adil, peduli, jujur, berani, ulet, menjaga intergritas serta menjadi warganegara Indonesia yang baik.
Menjadi Pribadi Champion
Kisah ini dimulai dari perjalanan hidup seorang Champion yang bernama “Alung” yang mempunyai sejak dia beumur 15 tahun, perjalanan hidupnya tidak mudah. Berawal dari ketidak mampuannya berbahasa Inggris sehingga dalam kepepet dia nekat menciptakan sebuah tekad bulat dengan membalikkan keadaan tidak dari segi angka 4 di rapot menjadi angka 8.
Perjalanan hidupnya waktu SMA yang sukanya bola dan baru sadar setelah lulus SMA dan terpaksa kuliah sekretaris karena keterbatasan biaya, kerjanya nggak nyambung di bagian AutoCAD yang pada akhirnya turut berkontribusi atas hadirnya 30 gedung bertingkat termasuk UNTAR dan RS. Husada.
Kemudian mengumpulkan uang selama 2 tahun untuk kuliah, dimana orang lain seangkatannya sudah diwisuda, dia malah baru masuk kuliah. Tetap bertahan untuk kuliah walaupun menempuh jarak yang jauh yaitu Jakarta – Cikarang naik bis, lanjut kuliah ke S2, selesai kuliah S2, rumah terbakar, meniti karir dari menjadi yang terbaik sampai mencapai posisi puncak, namun akibat krisis moneter dia pun ikut di Rasionalisasi.
Sejak itu dia banting stir ke bidang webmaster dan ingin pindah ke Amerika namun tidak jadi karena ada kasus WTC, sempat menjadi trainer “lepas” sebelum akhirnya masuk ke sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Disini dia mulai membangun kembali citra dirinya dan mengembalikan semangat impian masa lalu dengan membangun Indonesia lewat profesi nya sebagai Trainer dan Speaker.
Sekarang, konsep-konsep berpikir dan pengalaman hidupnya dituangkan dalam bentuk kerangka Champion, namun diawalinya dari kiri ke kanan dimana Natural, Orisinil, Inisiatif, Prestasi, Mandiri, Andal, Harmoni dan Cantik Karakternya.
Disini penulis ingin memadukan prinsip yang selaras dengan hukum alam dengan ilustrasinya “Cara menaman kurma di padang pasir”, orisinil artinya kita harus asli dan bukan tiruan. Yang boleh ditiru adalah cara orang. Lalu kita harus mengambil inisiatif segala peristiwa di dalam hidup ini dengan mencatat prestasi-prestasi.
Dalam hal peristiwa tidak dapat kita kendalikan maka sebagai orang yang dewasa akan mampu bersikap mandiri dalam mengelola respon dan “kebebasan untuk memilih” sebagai gerbang terakhirnya. Menjadi pribadi yang andal atau dapat dipercaya adalah langkah berikutnya dan menciptakan hubungan yang harmoni baik dengan hukum alam, sesame bahkan suara batinnya sendiri.
Pada akhir sesi buku, akan juga dijelaskan proses pembentukan karakter yang tidak hanya andal saja melainkan juga karakter-karakter seperti menghargai orang, Andal atau layak dipercaya, menghargai orang, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, jujur, keberanian, ulet atau pantang menyerah, integritas, dan jadi warganegara yang baik.
Kita dapat mengambil “insight” dari sebuah perjalanan hidup yang penuh semangat yang dimulai dari sebuah mimpi, kemudian dalam perjalanannya yang tidak mudah tetap focus pada cita-citanya untuk kuliah S1 dan S2 dengan membayar harga jerih payahnya demi sebuah cita-cita.
Sebuah kejadian alam (rumah kebakaran) tidak menjadi penghalang bagi Alung untuk tetap menjadi pribadi yang mampu mencetak prestasi, mandiri dan dapat diandalkan dan yang terus menerus meningkatkan kualitas karakternya karena nanti dengan sendirinya karakter itulah yang akan mengubah nasib seseorang kepada tahap yang lebih baik lagi.
Satu hal yang ingin ditonjolkan dalam cerita ini adalah semangat yang tak kunjung padam bagi seseorang seperti yang diilustrasikan dalam “Cara menanam pohon kurma di padang pasir” yaitu dengan cara memberikan batu besar di atasnya sehingga benih kurma itu akan tumbuh ke bawah sampai akarnya cukup mendapatkan persediaan air yang cukup, maka pohon kurma kecil itu akan sanggup membalikkan batu besar itu dan bertumbuh dan berkembang dengan gagah, tidak goyah walaupun ada badai besa sekalipun.
Demikian juga kita. Jangan pernah berhenti bertumbuh, karena nanti ada saatnya kita mampu mengangkat ”batu besar” yang menghimpit hidup kita dan saat itulah kita mulai bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri kita secara optimal.
Salam Champion
Surya Rachmannuh lahir di Jakarta 1970, lulusan S1 dari Bunda Mulia dan S2 dari Jakarta Institute of Management Studies, Certified ISO Lead Auditor dari SGS, Certified Webmaster dan Problem Solving & Decision Making. Aktif di PT. Kalbe Farma, tbk sebagai “Training Specialist”. Hasil tulisannya dapat dilihat di www.webiddesign.com dan suryarachmannuh.blogspot.com
Perjalanan hidupnya waktu SMA yang sukanya bola dan baru sadar setelah lulus SMA dan terpaksa kuliah sekretaris karena keterbatasan biaya, kerjanya nggak nyambung di bagian AutoCAD yang pada akhirnya turut berkontribusi atas hadirnya 30 gedung bertingkat termasuk UNTAR dan RS. Husada.
Kemudian mengumpulkan uang selama 2 tahun untuk kuliah, dimana orang lain seangkatannya sudah diwisuda, dia malah baru masuk kuliah. Tetap bertahan untuk kuliah walaupun menempuh jarak yang jauh yaitu Jakarta – Cikarang naik bis, lanjut kuliah ke S2, selesai kuliah S2, rumah terbakar, meniti karir dari menjadi yang terbaik sampai mencapai posisi puncak, namun akibat krisis moneter dia pun ikut di Rasionalisasi.
Sejak itu dia banting stir ke bidang webmaster dan ingin pindah ke Amerika namun tidak jadi karena ada kasus WTC, sempat menjadi trainer “lepas” sebelum akhirnya masuk ke sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Disini dia mulai membangun kembali citra dirinya dan mengembalikan semangat impian masa lalu dengan membangun Indonesia lewat profesi nya sebagai Trainer dan Speaker.
Sekarang, konsep-konsep berpikir dan pengalaman hidupnya dituangkan dalam bentuk kerangka Champion, namun diawalinya dari kiri ke kanan dimana Natural, Orisinil, Inisiatif, Prestasi, Mandiri, Andal, Harmoni dan Cantik Karakternya.
Disini penulis ingin memadukan prinsip yang selaras dengan hukum alam dengan ilustrasinya “Cara menaman kurma di padang pasir”, orisinil artinya kita harus asli dan bukan tiruan. Yang boleh ditiru adalah cara orang. Lalu kita harus mengambil inisiatif segala peristiwa di dalam hidup ini dengan mencatat prestasi-prestasi.
Dalam hal peristiwa tidak dapat kita kendalikan maka sebagai orang yang dewasa akan mampu bersikap mandiri dalam mengelola respon dan “kebebasan untuk memilih” sebagai gerbang terakhirnya. Menjadi pribadi yang andal atau dapat dipercaya adalah langkah berikutnya dan menciptakan hubungan yang harmoni baik dengan hukum alam, sesame bahkan suara batinnya sendiri.
Pada akhir sesi buku, akan juga dijelaskan proses pembentukan karakter yang tidak hanya andal saja melainkan juga karakter-karakter seperti menghargai orang, Andal atau layak dipercaya, menghargai orang, tanggung jawab, keadilan, kepedulian, jujur, keberanian, ulet atau pantang menyerah, integritas, dan jadi warganegara yang baik.
Kita dapat mengambil “insight” dari sebuah perjalanan hidup yang penuh semangat yang dimulai dari sebuah mimpi, kemudian dalam perjalanannya yang tidak mudah tetap focus pada cita-citanya untuk kuliah S1 dan S2 dengan membayar harga jerih payahnya demi sebuah cita-cita.
Sebuah kejadian alam (rumah kebakaran) tidak menjadi penghalang bagi Alung untuk tetap menjadi pribadi yang mampu mencetak prestasi, mandiri dan dapat diandalkan dan yang terus menerus meningkatkan kualitas karakternya karena nanti dengan sendirinya karakter itulah yang akan mengubah nasib seseorang kepada tahap yang lebih baik lagi.
Satu hal yang ingin ditonjolkan dalam cerita ini adalah semangat yang tak kunjung padam bagi seseorang seperti yang diilustrasikan dalam “Cara menanam pohon kurma di padang pasir” yaitu dengan cara memberikan batu besar di atasnya sehingga benih kurma itu akan tumbuh ke bawah sampai akarnya cukup mendapatkan persediaan air yang cukup, maka pohon kurma kecil itu akan sanggup membalikkan batu besar itu dan bertumbuh dan berkembang dengan gagah, tidak goyah walaupun ada badai besa sekalipun.
Demikian juga kita. Jangan pernah berhenti bertumbuh, karena nanti ada saatnya kita mampu mengangkat ”batu besar” yang menghimpit hidup kita dan saat itulah kita mulai bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang ada pada diri kita secara optimal.
Salam Champion
Surya Rachmannuh lahir di Jakarta 1970, lulusan S1 dari Bunda Mulia dan S2 dari Jakarta Institute of Management Studies, Certified ISO Lead Auditor dari SGS, Certified Webmaster dan Problem Solving & Decision Making. Aktif di PT. Kalbe Farma, tbk sebagai “Training Specialist”. Hasil tulisannya dapat dilihat di www.webiddesign.com dan suryarachmannuh.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)